• Minggu, 14 Agustus 2022

Erix Soekamti Galang Dana untuk Konservasi Orang Utan di Kalimantan

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 13:15 WIB
Erix Soekamti, salah satu pendiri grup musik rock alternatif Endank Soekamti rupanya menaruh perhatian pada orang utan. (Foto: istimewa)
Erix Soekamti, salah satu pendiri grup musik rock alternatif Endank Soekamti rupanya menaruh perhatian pada orang utan. (Foto: istimewa)

HARIAN MASSAErix Soekamti, salah satu pendiri grup musik rock alternatif Endank Soekamti rupanya menaruh perhatian pada orang utan. Erix bersama BenihBaik.com dengan dukungan penuh dari Eiger Adventure dan The Borneo Orangutan Survival Foundation (BOS Foundation) menggelar kampanye berjudul Music For Adventure.

Erix tidak sendirian, dia bergabung dalam Music For Adventure sebagai produser dan mengajak musisi lain seperti Iwan Fals, Fourtwnty, Fiersa Besari, Navicula, Alffy Rev, Beranda Rumah, Mercusuar, Klopediakustik, Cikini Tropical Sound, Nualusna, dan tidak ketinggalan Endank Soekamti tentunya.

"Ini adalah ide dari tongkrongan saya bersama teman-teman Eiger, saya yang coba untuk membakar. Navicula masuk juga, dia banyak kampanye tentang sampah plastik. dan memang membuat sebuah movement, Fiersa juga, kita tahu dia sangat mencitai alam dan suka naik gunung. Selain itu banyak yang terlibat termasuk musisi daerah. Kami tentu ingin ide mereka didengarkan juga," katanya.

Baca juga: Unik! Upacara Cabut Golok Pernikahan Hansip Sabel dan Mimih Yani

Erix bercerita tidak semua lagu adalah karya baru, namun memang sejak diajak ke Ramang-Ramang di Makassar, para musisi jadi memiliki ide baru. " Fourtwnty sampai bikin lagu baru berjudul Ramang-Ramang, mereka terpukau, ide itu ditulis, diaransemen, direkam di tempat, baru dibawa ke Eiger untuk jadi album fisik dan didistribusikan, dijual, dan dikembalikan ke alam," jelas Erix.

Ramang-Ramang merupakan lokasi bekas tambang yang diperjuangankan masyarakat setempat. Area ini akhirnya bisa menjadi lestari lagi. "Ini adalah perjuangan masyarakat yang berhasil mengelola kembali lingkungannya. Keberhasilan sekaogus kesunggguhan masyarakat," tambah Erix.

Hasil Music For Adventure dijual dalam bentuk fisik box set. "Digital pun kita sediakan via gerai digital, fisik tetap harus ada karena itu collectible item, tidak hanya DVD saja tetapi juga ada video dokumentasi yang berisi proses produksi, alat makan, foto, ya intunya barang yang layak untuk dikoleksi, termasuk kita bawakan benih tanaman. Hasilnya 100 persen akan disumbangkan kembali ke alam, dalam konteks ini BOS Foundation," jelas Erix.

Baca juga: Resep Membuat Tahu Walik khas Banyuwangi di Rumah, Renyah dan Gurih

Sintya Anjani dari BOS Foundation mengatakan, dana yang nantinya akan diperoleh akan dipergunakan sepenuhnya untuk untuk rehabilitasi orang utan secara langsung. "Kegiatan ini memang butuh dana banyak untuk makan dan bahkan pelajaran, mereka disekolahkan, ada kurilkulum sama seperti manusia. bedanya mereka perlu sekolah dari bayi hingga dewasa, bisa adaptif, semakin liar, kemudian bisa dilepasliarkan, dan bisa makan waktu hingga 7-8 tahun. Selain itu dana juga akan digunakan untuk rehabilitasi pohon," katanya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jerinx SID Bebas Bersyarat dari Lapas Kerobokan Bali

Selasa, 2 Agustus 2022 | 10:46 WIB
X