• Jumat, 19 Agustus 2022

Praktisi Kesehatan Ini Ajak Influencer Tingkatkan Pengetahuan Parenting lewat Platform Digital

- Sabtu, 21 Agustus 2021 | 17:19 WIB
Influencer kesehatan, Dr. dr. Ray W Basrowi, MKK, selalu membagikan seputar kesehatan di akun Instagram @ray.w.basrowi. (Foto: dok. pribadi)
Influencer kesehatan, Dr. dr. Ray W Basrowi, MKK, selalu membagikan seputar kesehatan di akun Instagram @ray.w.basrowi. (Foto: dok. pribadi)

HARIAN MASSA - Membangun kedekatan dengan para pengikut di media sosial menjadi gaya hidup baru di era modern seperti sekarang. Terlebih jika bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Belakangan banyak bermunculan moms influencer/vlogger yang kerap membagikan seputar pengetahuan parenting melalui platform digital, apa dampaknya terhadap masyarakat luas?

Praktisi kesehatan komunitas dan kedokteran kerja dari Health Collaborative Center, Dr. dr. Ray W Basrowi, MKK, mengatakan bahwa influencer memiliki peran untuk membantu memutus mata rantai masalah kesehatan yang ada di Indonesia.

Apabila influencer kerap membagikan informasi valid seputar stunting saja misalnya, maka para pengikutnya akan teredukasi dengan cerita yang dibangun oleh para content creator tersebut.

Baca juga: Berhasil Raup Omzet Miliaran Rupiah, Pengusaha Muda Ini Ingin Menginpirasi Kaum Milenial

Ambil contoh ketika membahas seputar stunting. Hal ini cukup krusial karena dapat mengancam Indonesia gagal memanfaatkan bonus demografi 2030 dan generasi emas 2045. Peranan para influencer dan media belakangan menjadi sangat penting mengingat informasi semakin mudah diakses dengan layanan internet.

Dikutip dari akun Instagram @ray.w.basrowi yang saat ini memiliki lebih dari 20 ribu followers bahwa mencegah stunting pada anak Indonesia dengan memastikan ASI Eksklusif 6 bulan pertama dan dilanjutkan dengan MPASI dengan asupan nutrisi tambahan sangat direkomendasikan.

"Pemanfaatan sumber daya digital dan peran local influencer kaum milenial terbukti efektif membangun public awareness sehingga mengubah pola perilaku kesehatan bangsa," kata Ray, yang juga merupakan Badan Pengurus Bidang Kesehatan Ibu dan Anak Kemitraan Indonesia Sehat, Sabtu (21/8/2021).

Potensi tersebut luar biasa besar untuk membantu pemerintah menurunkan serta mencegah kasus kurang gizi dan salah gizi di seribu hari pertama kehidupan. Beberapa kajian kesehatan masyarakat juga menyebut Generasi Milenial adalah new messengers for public health di dunia, termasuk di Indonesia.

Menurut Dr. Ray, di beberapa daerah di Indonesia bahkan kalangan milenial sudah melakukan berbagai inovasi berbasis digital dan teknologi untuk edukasi keluarga muda untuk perbaikan pola asuh dan pola makan yang dinilai efektif bantu cegah dan mengatasi stunting.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X