Tahlilan Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Para Ulama

- Senin, 31 Oktober 2022 | 08:10 WIB
Ilustrasi doa. Inilah bacaan latin doa nurbuat lengkap dengan arti dan keutamaannya. Foto: Istimewa
Ilustrasi doa. Inilah bacaan latin doa nurbuat lengkap dengan arti dan keutamaannya. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Tahlilan dalam masyarakat Indonesia, terutama Jawa, merupakan aktivitas membaca serangkaian ayat Alquran dan kalimat thayyibah di rumah orang yang meninggal. 

Kegiatan tahlilan sering dilakukan pada 7 hari berturut-turut sejak kematian seseorang, hari ke-40, ke-100 atau ke-1.000. 

Yang menarik, setelah tahlilan biasanya keluarga yang berduka akan memberikan hidangan makanan untuk dibawa pulang. Bahkan, sejumlah barang seperti buku Yasin, sarung, dan lainnya.

Baca juga: Suka Melakukan Kekerasan Berulang? Berarti Otak Reptil Anda sedang Bekerja

Lantas bagaimana pendapat para ulama terkait tahlilan di Indonesia. 

Dilansir dari tulisan ustaz Husnul Haq yang merupakan pengasuh Pesantren Mahasiswa Mambaul Maarif Tulungagung, yang juga dosen IAIN Tulungagung, ada tiga poin utama dalam tahlilan. 

"Pertama, menghadiahkan pahala bacaan Alquran dan kalimat thayyibah kepada mayit," katanya, dikutip dari islam.nu.or.id, Senin (31/10/2022). 

Baca juga: Jangan Sepelekan Sesak Napas karena Angin Malam, Redakan dengan Cara Ini

Kemudian yang kedua, mengkhususkan bacaan itu pada waktu-waktu tertentu, yaitu tujuh hari berturut-turut dari kematian seseorang, hari ke-40, ke-100, dan sebagainya.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penyebab Rematik dan Cara Aman Mengobatinya

Jumat, 27 Januari 2023 | 19:27 WIB

Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2023

Kamis, 5 Januari 2023 | 16:29 WIB

Tahlilan Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Para Ulama

Senin, 31 Oktober 2022 | 08:10 WIB
X