• Sabtu, 25 Juni 2022

Konsultasi Hukum: Tips Melayangkan Somasi Pribadi dan Perusahaan

- Senin, 13 Juni 2022 | 08:45 WIB
Contoh surat somasi. Foto: Istimewa/Hukum Online
Contoh surat somasi. Foto: Istimewa/Hukum Online

HARIAN MASSA - Somasi merupakan surat teguran bagi pihak yang lalai. Somasi dibutuhkan untuk melanjutkan perkara hukum. Somasi bisa atas nama pribadi atau lembaga.

Sebelum melayangkan somasi, baiknya diperhatikan dengan jelas pihak yang dituntut, hal yang dituntut, dan dasar tuntutan.

Aturan mengenai somasi ada pada Pasal 1238 KUH Perdata yang menerangkan, bahwa debitur dinyatakan lalai dengan surat perintah, atau dengan akta sejenis itu, atau berdasarkan kekuatan dari perikatan sendiri, yaitu bila perikatan ini mengakibatkan debitur harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan.

Baca juga: Tragedi Awal Kemerdekaan, Pembunuhan 653 Warga Cina Benteng di Tangerang

Kemudian, berdasarkan Pasal 1234 KUH Perdata, penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan mulai diwajibkan, bila debitur telah diberi peringatan akan kelalaiannya.

Namun tetap melalaikannya atau jika sesuatu yang seharusnya dilakukan telah melampaui waktu yang ditentukan.

Dilansir dari Hukum Online, ada beberapa hal yang harus diperhatikan membuat somasi.

1. Jika menggunakan instansi, tuliskan atau gunakan kop surat lembaga dalam perumusan contoh surat somasi.

Baca juga: Tanah Sengketa, Puluhan Warga Kapling Dukuh Permai Ciledug Sulit Dapat AJB

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X