• Kamis, 18 Agustus 2022

Banyak Diminati, Dr. Ray Wagiu Basrowi Sarankan Layanan Makanan Online Sajikan Fitur Rekomendasi Makanan Sehat

- Senin, 18 Oktober 2021 | 14:15 WIB
Hasil penelitian yang dilakukan Dr Ray Basrowi dapat menjadi masukan untuk para penyedia aplikasi online. (Foto: istimewa)
Hasil penelitian yang dilakukan Dr Ray Basrowi dapat menjadi masukan untuk para penyedia aplikasi online. (Foto: istimewa)

HARIAN MASSA - Pemberlakuan PPKM di tengah pandemi Covid-19 ternyata tidak hanya memengaruhi pola pembelian makanan masyarakat. Akan tetapi juga mengubah persepsi masyarakat terhadap pengalaman pembelian makanan secara online.

Itu sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan Health Collaborative Center (HCC) dengan peneliti utama Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi pada 3.806 responden yang terdiri dari 82% perempuan dan 18% laki-laki, yang tersebar di 20 provinsi di Indonesia.

Melalui studi tersebut diketemukan bahwa ternyata selama periode PPKM kegiatan membeli makanan secara online dapat dikategorikan sebagai coping stress. Terbukti 7 dari 10 responden mengatakan, menikmati pembelian makanan secara online sebagai bagian dari aktivitas di rumah saja.

Bahkan 6 dari 10 responden setuju dan mengakui bahwa membeli makanan secara online dari rumah selama PPKM membuat mereka merasa lebih baik. Mereka menganggap, belanja makanan secara online dianggap sebagai reward system atau penghargaan kepada diri sendiri dan keluarga.

Menurut Dr. Ray Wagiu Basrowi, 69% responden setuju jika membeli makanan online melalui aplikasi adalah bentuk menghargai diri sendiri selama pandemi dan bukan semata-mata kegiatan pemenuhan gizi saja.

Ketika dikaitkan dengan perasaan jenuh bekerja dari rumah yang dialami para responden yang juga rata-rata pekerja, 70% responden mengatakan mengatasi jenuh dengan memesan makanan online.

Tak hanya itu, terdapat sekitar 45% responden dikategorikan secara impulsif membeli makanan secara online murni untuk mengatasi stres dan kejenuhan akibat work from home dan harus beraktifitas di rumah saja.

"Penelitian ini membuktikan bahwa ada aspek multidimensi selama pandemi yang terjadi pada perilaku sederhana, seperti membeli dan mengonsumsi makananan," ungkap Dr. Ray Baswori dalam penyampaiannya di pertemuan virtual Zoom, Senin (18/10/2021).

"Adanya tuntutan untuk tinggal dan beraktivitas di rumah saja memberi dampak disruptif dalam perubahan perilaku memproses dan membeli makanan, yang bergeser dari sekadar menyiapkan santapan menjadi potensi coping stress bahkan konsekuensi jangka panjang bisa berakibat pada kesehatan," jelasnya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X