• Kamis, 18 Agustus 2022

Satelit Militer China Rusak Oleh Roket Uni Soviet

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 19:30 WIB
Ilustrasi, Satelit. Foto: Pixabay
Ilustrasi, Satelit. Foto: Pixabay

HARIAN MASSA - Satelit militer China Yunhai 1-02 rusak akibat bertabrakan dengan roket Zenit-2 milik Uni Soviet. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Skuadron Kontrol Luar Angkasa 18 (18SPCS) Angkatan Luar Angkasa AS.

Sebelumnya secara misterius satelit China rusak pada tanggal 18 Maret 2021. Pada 21 bagian terkait yang ditemukan dari satelit ada spekulasi bahwa bagian dari satelit itu bisa meledak. Namun sekarang diketahui berasal dari roket Zenit-2.

Baca Juga: Digigit Ular, Pria di India Balik Menggigit

Astronom Jonathan McDowell di Center for Astrophysics dalam cuitannya di Twitter, mengatakan roket Zenit-2 meluncurkan satelit mata-mata elektronik Tselina-2 pada September 1996 dan puing-puing mengorbit sampai 16 Maret 2021. Hingga akhirnya membuat menghantam satelit Yunhai 1-02.

“Analisis cepat dari TLE menunjukkan bahwa satelit Yunhai 1-02 dan objek puing roket Zenit-2 melintas pada jarak 1 km satu sama lain persis ketika 18SPCS melaporkan Yunhai pecah. Tampaknya menjadi tabrakan orbital besar pertama yang dikonfirmasi dalam satu dekade," kata McDowell seperti dilansir The Independent, Kamis (19/8/2021).

Baca Juga: Situasi Covid di Jepang Jadi Bencana Alam

Satelit Yunhai tetap terkendali dan masih dapat menyesuaikan orbitnya. Satelit juga tetap dapat mengirim sinyal orbit, sehingga tabrakan tidak benar-benar menghancurkannya, hanya menimbulkan kekhawatiran di sekitar planet.

Di samping itu, pada April 2021, dilaporkan bahwa satelit SpaceX berada dalam jarak 60 meter dari pesawat OneWeb, dengan masalah kemampuan manuver pesawat CEO SpaceX, Elon Musk.

“Koordinasi yang jadi masalah. Tidaklah cukup untuk mengatakan 'Saya punya sistem otomatis', karena orang lain mungkin tidak memiliki dan tidak akan mengerti apa yang Anda coba lakukan”, kata Chris McLaughlin, kepala urusan pemerintahan OneWeb.

Namun, SpaceX kemudian mengklaim bahwa bukan itu masalahnya kemungkinan tabrakan tidak akan terjadi jika tidak ada manuver yang dilakukan. Skenario terburuk dari tabrakan puing-puing ruang angkasa adalah efek domino yang dibayangkan oleh ilmuwan NASA Donald Kessler pada tahun 1978. Ini memperingatkan bahwa bahan pecah yang menabrak pesawat lain dapat menciptakan lapisan puing yang tidak dapat ditembus yang akan membuat peluncuran ruang angkasa menjadi tidak mungkin.

Halaman:

Editor: Rabbani

Sumber: The Independent

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah Sejarah Kesucian Kain Hitam Penutup Kabah

Jumat, 29 Juli 2022 | 21:06 WIB

Piramida dan Istana Suku Maya Ditemukan di Meksiko

Minggu, 19 Juni 2022 | 21:48 WIB

Semarak Idemitsu bLU cRU Yamaha Sunday Race

Minggu, 19 Juni 2022 | 21:36 WIB

 China Denda Influencer Terkenal di Medsos

Jumat, 17 Juni 2022 | 19:47 WIB

Trik WhatsApp Terlihat Offline Tanpa Mematikan

Minggu, 27 Maret 2022 | 08:29 WIB

Youtube Akan Sembunyikan Jumlah Dislike

Kamis, 11 November 2021 | 11:16 WIB
X