• Kamis, 18 Agustus 2022

Ilmuwan Klaim Temukan Asteroid Pembunuh Dinosaurus

- Jumat, 13 Agustus 2021 | 10:30 WIB
Para ilmuwan temukan asal usul asteroid yang menabrak bumi dan membunuh dinosaurus. Foto: Pixabay
Para ilmuwan temukan asal usul asteroid yang menabrak bumi dan membunuh dinosaurus. Foto: Pixabay

HARIAN MASSA - Para ilmuwan menemukan asal usul asteroid yang menabrak bumi dan membunuh dinosaurus. Asteroid selebar enam mil yang menghantam Bumi 66 juta tahun lalu, mengakhiri kehidupan dinosaurus selama 180 juta tahun.

Peristiwa asteroid yang menabrkan bumi ini kini dikenal sebagai peristiwa Chicxulub. Bekas tabrakan asteroid di Bumi itu mendarat di tempat yang sekarang menjadi semenanjung Yucatan di Meksiko dan membentuk kawah Chicxulub.

Baca Juga: Astronot di Stasiun Luar Angkasa Kelaparan, Elon Musk Bawakan Pizza

Para ilmuwan telah memeriksa sisa-sisa batuan purba, melalui sampel di Bumi. Kemudian mereka mengungkapkan bahwa puing-puing itu berasal dari kelas meteorit kondrit karbon.

Meteorit ini terdiri dari sekitar tiga persen dari semua meteorit yang jatuh ke Bumi. Tetapi nama meteorit ini salah, mereka awalnya dianggap kaya karbon, namun hanya dua persen dari susunan mereka adalah karbon.

Baca Juga: Ed Sheeran dan Mick Jagger Kumpulkan Dana Bantu Covid - 19 di India

Mereka umumnya membentuk banyak asteroid selebar satu mil yang mendekati Bumi, tetapi saat ini tidak ada yang mendekati ukuran yang dibutuhkan untuk menghasilkan dampak dengan skala yang sama seperti Chicxulub.

“Untuk menjelaskan ketidakhadiran mereka, beberapa kelompok masa lalu telah mensimulasikan pecahnya asteroid dan komet besar di tata surya bagian dalam, melihat gelombang tumbukan di Bumi dengan yang terbesar menghasilkan kawah Chicxulub,” kata Dr. William Bottke, seperti dilansir The Independent, Kamis (12/8/2021).

Temuan mereka bahwa puing-puing yang keluar dari sabuk asteroid utama terletak di antara Mars dan Jupiter. Puing-puing dengan diameter lebih dari enam mil, menghantam Bumi setiap 250 juta tahun sekali, mungkin sepuluh kali lebih sering daripada yang diperkirakan para ilmuwan sebelumnya.

Baca Juga: Bahan Kimia Plastik buat Kelomang Bergairah Secara Seksual

Halaman:

Editor: Rabbani

Sumber: The Independent

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah Sejarah Kesucian Kain Hitam Penutup Kabah

Jumat, 29 Juli 2022 | 21:06 WIB

Piramida dan Istana Suku Maya Ditemukan di Meksiko

Minggu, 19 Juni 2022 | 21:48 WIB

Semarak Idemitsu bLU cRU Yamaha Sunday Race

Minggu, 19 Juni 2022 | 21:36 WIB

 China Denda Influencer Terkenal di Medsos

Jumat, 17 Juni 2022 | 19:47 WIB

Trik WhatsApp Terlihat Offline Tanpa Mematikan

Minggu, 27 Maret 2022 | 08:29 WIB

Youtube Akan Sembunyikan Jumlah Dislike

Kamis, 11 November 2021 | 11:16 WIB
X