• Jumat, 19 Agustus 2022

Inilah Sejarah Kesucian Kain Hitam Penutup Kabah

- Jumat, 29 Juli 2022 | 21:06 WIB
Departemen Agung Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi melalui sharing di Twitter menyatakan bahwa pekerjaan penggantian Kiswah
Departemen Agung Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi melalui sharing di Twitter menyatakan bahwa pekerjaan penggantian Kiswah


 
HARIAN MASSA - Kain hitam bersulam benang emas yang dikenal sebagai Kiswah yang menutupi Kabah di Kota Suci Makkah, Arab Saudi dijadwalkan akan diganti hari ini (Jumat), setelah sholat Isya waktu setempat sebagai simbol Tahun Baru Islam 1444. Hijrah pada hari Sabtu besok.

akan ditangani oleh 166 staf departemen, sesuai dengan tradisi tahunan.

Seperti dilansir dari Saudi News Agency (SPA) sebelumnya melaporkan bahwa Kiswah Ka'bah akan diganti pada Sabtu (30 Juli), mengutip pernyataan dari departemen pada 26 Juli.

Namun, departemen mengumumkan hari ini bahwa tidak ada bulan baru Muharram yang diamati pada Kamis malam dan bulan Zulhijjah selesai 30 hari (30 Juni - 29 Juli) hari ini (Jumat), sehingga menjadikan 1 Muharram (Awal Muharram) ditetapkan pada Sabtu sebagai awal kalender Islam di Arab Saudi.

Arab News dalam laporannya mengutip Direktur Jenderal departemen, Syekh Dr Abdul Rahman Al-Sudais mengatakan, sebanyak 200 pekerja terampil terlibat dalam pembuatan Kiswah di Kompleks Raja Abdul Aziz.

Pada masa Qusay ibnu Kilab, salah seorang leluhur Nabi Muhammad yang terkemuka, pemasangan kiswah pada Ka’bah menjadi tanggung jawab masyarakat Arab dari suku Quraisy.

Nabi Muhammad SAW sendiri juga pernah memerintahkan pembuatan kiswah dari kain yang berasal dari Yaman. Sedangkan empat khalifah penerus Nabi Muhammad yang termasuk dalam Khulafa al-Rasyidin memerintahkan pembuatan kiswah dari kain benang kapas.

Sementara itu, pada era Kekhalifahan Abbassiyah, Khalifah ke-4 al-Mahdi memerintahkan supaya kiswah dibuat dari kain sutra Khuz. Menurut catatan sejarah, kiswah tidak selalu berwarna hitam pekat seperti saat ini. Kiswah pertama yang dibuat dari kain tenun dari Yaman justru berwarna merah dan berlajur-lajur.

Sedangkan pada masa Khalifah Mamun ar-Rasyid, kiswah dibuat dengan warna dasar putih. Kiswah juga pernah dibuat berwarna hijau atas perintah Khalifah An-Nasir dari Bani Abbasiyah (sekitar abad 16 M) dan kiswah juga pernah dibuat berwarna kuning berdasarkan perintah Muhammad ibnu Sabaktakin.

Meskipun kiswah tampak hitam jika dilihat dari luar, namun ternyata bagian dalam kiswah itu berwarna putih. Salah satu kalimat yang tertera dalam pintalan emas kiswah adalah kalimah syahadat, Allah Jalla Jalallah, La Ilaha Illallah, dan Muhammad Rasulullah .

Kaligrafi yang digunakan untuk menghias kiswah terdiri dari ayat-ayat yang berhubungan dengan haji dan Kabah juga asma-asma Allah yang dimuliakan. Hiasan kaligrafi yang terbuat dari emas dan perak tampak berkilau indah saat terkena cahaya matahari.

Editor: Jonhri Janen

Sumber: arab saudi

Tags

Terkini

Inilah Sejarah Kesucian Kain Hitam Penutup Kabah

Jumat, 29 Juli 2022 | 21:06 WIB

Piramida dan Istana Suku Maya Ditemukan di Meksiko

Minggu, 19 Juni 2022 | 21:48 WIB

Semarak Idemitsu bLU cRU Yamaha Sunday Race

Minggu, 19 Juni 2022 | 21:36 WIB

 China Denda Influencer Terkenal di Medsos

Jumat, 17 Juni 2022 | 19:47 WIB

Trik WhatsApp Terlihat Offline Tanpa Mematikan

Minggu, 27 Maret 2022 | 08:29 WIB

Youtube Akan Sembunyikan Jumlah Dislike

Kamis, 11 November 2021 | 11:16 WIB
X