• Rabu, 7 Desember 2022

Kesaksian Bocah 10 Tahun Temukan 5 Temannya Tewas Sesak Napas di Stadion Kanjuruhan

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 13:32 WIB
Tembakan gas air mata suporter Aremania. Foto: Istimewa
Tembakan gas air mata suporter Aremania. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Kerusuhan suporter Aremania usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya, menyisakan duka mendalam. 

Sebanyak 129 orang suporter dilaporkan tewas, dan ratusan orang lainnya luka-luka. Dua korban tewas di antaranya anggota polisi. 

Irfan Arifuddin (10), salah seorang saksi mata dalam kerusuhan suporter itu mengatakan, masih trauma mengingat kerusuhan itu.

Baca juga: Korban Tewas Kerusuhan Suporter Aremania Malang Capai 129 Orang, 2 di Antaranya Polisi

Bocah 10 tahun ini mengaku terjebak di dalam Stadion Kanjuruhan, matanya terasa perih dan dadanya sesak akibat gas air mata. 

"Saya berlari ke pintu keluar Stadion Kanjuruhan, tetapi tidak bisa, karena sudah banyak orang di gate 2," katanya, Minggu (2/10/2022).

Dengan menggunakan jaket yang dipakai, Irfan melindungi kepalanya dan akhirnya bersembunyi di bawah kursi penonton karena takut. 

Baca juga: Tindakan Brutal Aparat Tangani Kerusuhan Aremania, dari Pukuli Suporter hingga Tembakan Gas Air Mata

Suasana saat  itu sangat mengerikan. Teriakan minta tolong suporter yang terjebak, kondisi yang gelap, dan gas air mata terasa sesak. 

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X