Tindakan Brutal Aparat Tangani Kerusuhan Aremania, dari Pukuli Suporter hingga Tembakan Gas Air Mata

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 03:25 WIB
Aparat sedang memukuli suporter. Foto: Istimewa
Aparat sedang memukuli suporter. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Tembakan gas air mata polisi ke tribun penonton usai laga Arema FC melawan Persebaya diduga menjadi banyaknya jatuh korban dari suporter Aremania, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Seperti dilansir dari Twitter LIBRA_12 @RezqiWahyu_05, ada puluhan gas air mata yang ditembakkan ke arah suporter. Sehingga, disetiap sudut lapangan telah dikelilingi gas air mata.

Tidak hanya itu, tindakan brutal aparat juga tampak pada suporter yang berhasil mereka tangkap. Mulai dari dipukuli dengan tongkat, dengan tameng, ditendang, hingga melakukan pengeroyokan terhadap suporter.

Baca juga: Kronologis Kerusuhan Suporter Arema di Stadion Kanjuruhan, Diawali Serang Pemain hingga Ditembaki Gas Air Mata

"Menurut saya perlakuannya sangat kejam dan sadis, dipentung dengan tongkat panjang, 1 supporter dikeroyok aparat, dihantam tameng dan banyak tindakan lainnya," katanya, dikutip Harian Massa, Minggu (2/9/2022).

"Ada juga yang langsung ditembakkan ke arah tribun penonton, yaitu di Tribun 10," sambungnya.

Yang menyedihkan, suporter yang menonton laga itu bukan hanya kaum pria dewasa. Tetapi juga ada ibu-ibu yang membawa serta anak mereka yang masih kecil. Mereka pun tampak sesak oleh gas air mata.

Baca juga: Kalah Lawan Persebaya Surabaya, Aremania Mengamuk Ditembaki Gas Air Mata

"Banyak ibu-ibu, wanita-wanita orang tua dan anak anak kecil yang terlihat sesak gak berdaya, gak kuat ikut berjubel untuk keluar dari stadion. Terlihat mereka sesak karena terkena gas air mata," jelasnya.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aremania Terbelah Dua, Siapa Jadi Pengkhianat?

Rabu, 1 Februari 2023 | 06:55 WIB
X