• Kamis, 18 Agustus 2022

2.468 Orang Meninggal di Kota Tangerang Masih Tercantum Penerima Bansos Covid-19

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 23:15 WIB
Proses Pemakaman pasien Covid-19 di TPU Jombang, Tangerang Selatan.  (Gambar hanya sebagai pelengkap ilustrasi. Foto: Don Oslo/Harian Massa)
Proses Pemakaman pasien Covid-19 di TPU Jombang, Tangerang Selatan. (Gambar hanya sebagai pelengkap ilustrasi. Foto: Don Oslo/Harian Massa)

HARIAN MASSA - Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menemukan, banyak data orang meninggal yang masih tercantum sebagai penerima bansos Covid-19. Tidak main-main, jumlahnya ada sekira 2.468 jenazah.

"Sering kali data pemerintah pusat ini bermasalah. Maksudnya begini, kami mengusulkan penghapusan data, jumlahnya kurang lebih di bulan Januari-Februari 45.133 KPM," katanya, saat webinar KPK dan Jaga.id, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Dicopot karena Pungli, Lurah Peninggilan Utara Kini Jadi Staf Biasa di BKPSDM

Dilanjutkan Arief, tetapi pihak pemerintah pusat, dalam hal ini Kemensos mengajukan data tambahan penerima bansos Covid-19 sebanyak 48.409 orang. Data ini memiliki banyak sekali kesalahan di lapangan.

"Dari 48 ribu data itu, ternyata setelah kita screening ada 19 ribu yang ganda. Data yang ditemukan ada 16.663, dan yang meninggal ada 2.468 masih terdata sebagai KPM, dan itu, data itu masih muncul," sambungnya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Akui Lebih Sulit Mengurus Orang Gedongan Ketimbang Anak Jalanan

Arief pun menyambut keputusan Mensos Tri Rismaharini yang ingin memperbaiki data itu. Apalagi, dengan dukungan KPK. Sehingga, tidak ada lagi penerima bansos yang ganda dan semua masyarakat membutuhkan bisa menerima.

"Saya sepakat, Bu Menteri sedang melakukan ratifikasi data. Apalagi didukung juga oleh KPK," pungkasnya.

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X