• Jumat, 19 Agustus 2022

Ajakan Melawan Kaum Penyinyir, Ferdinand Hutahaen Maknai Tangisan Megawati Sebagai Komando Tak Terucap

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 19:42 WIB
Ferdinand Hutahaen. (Foto: tangkapan layar instagram @ferdinad_hutahaen.)
Ferdinand Hutahaen. (Foto: tangkapan layar instagram @ferdinad_hutahaen.)

HARIAN MASSA – Ferdinand Hutahaen memaknai tangisan Megawati Soekarno Putri sebagai komando tak terucap kala Ketum PDIP itu menangisi Presiden Jokowi yang disebut-sebut sering menjadi bahan bullying netizen.

Hal tersebut disampaikan Ferdinand, usai Harian Massa meminta penjelasan terkait maksud ajakan melawan kaum penyinyir, Kamis 19 Agustus 2021.

Menurut Ferdinand, tangisan Megawati penuh makna yang dinilainya berasal dari bathin yang terdalam lantaran nyinyiran dengan kata-kata yang dianggap tidak bermoral.

Baca Juga: Ferdinand Murka dan Serukan Ajak Ambil Sikap Usai Megawati Tangisi Jokowi Jadi Bahan Nyinyiran Netizen

“Saya melihat tangisan dan air mata Bu Mega itu bukan sekedar tangisan dan air mata biasa, tapi penuh makna yang berasal dari bathin paling dalam bu Mega yang turut dan bisa merasakan sakitnya dinyinyirin dan dilecehkan dengan kata-kata tak bermoral dan tak beradab,” terang Ferdinand Hutahaen kepada Harian Massa.

“Maka apa yang disampaikan oleh Bu Mega menurut saya, sekali lagi menurut pemahaman saya bahwa itu komando tak terucap untuk melawan para pencaci maki. Tapi melawan dengan cara apa?,” ujarnya.

Baca Juga: 75 Rumah Warga Karawang Rusak Berat Akibat Abrasi Pantai

Kendati demikian, Ferdinand menduga perlawanan yang akan dilakukan adalah membangun narasi dengan kalimat dan menunjukkan fakta keberhasilan Jokowi.

“Dugaan saya terutama membangun narasi dan kalimat yang menunjukkan fakta kebenaran keberhasilan Jokowi dan melawan narasi-narasi tak bermoral yang disampaikan oleh kaum penyinyir,” ucap Ferdinand Hutahaen.

“Itu yang saya baca dari air mata dan tangisan bu mega, karena beliau tak mungkin menyerukan secara langsung untuk melakukan perlawanan kepada pendukung Jokowi karena bisa disalah artikan,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Don Oslo

Sumber: Twitter @FerdinandHaean3

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X