• Rabu, 7 Desember 2022

Upaya Pengendalian Wabah PMK oleh Pemerintah Jawa Barat

- Sabtu, 19 November 2022 | 11:46 WIB
Ilustrasi sapi. Foto: Istimewa
Ilustrasi sapi. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Seiring dengan merebaknya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Indonesia beberapa pekan ini, pemerintah Jawa Barat dan tim veteriner melakukan investigasi terkait wabah virus ini ke berbagai lokasi peternakan.

Dari hasil temuan di lapangan, dilaporkan bahwa hewan ternak yang terjangkit wabah PMK terlihat memiliki ciri-ciri mulut berbusa dan kuku kakinya melepuh hingga berdarah.

Dari hasil investigasi hingga saat ini, telah ditemukan kasus hewan tertular PMK di 20 kabupaten/kota yang terdiri dari sapi potong, sapi perah, domba, dan kambing. Kasus hewan tertular ini tersebar di 97 Kecamatan dan 125 Desa/Kelurahan di Jawa Barat.

Baca juga: Filep Karma, Pejuang Kemerdekaan Papua yang Memilih Jalan Damai

Dengan adanya kasus seperti ini, pemerintah mengambil langkah tegas dengan memberlakukan kebijakan lockdown mikro dan menutup lalu lintas ternak antardaerah, serta provinsi.

Pemberlakuan lockdown ini melibatkan pengawas dari Pejabat Otoritas Veteriner di kabupaten atau kota masing-masing yang akan melakukan pemantauan kepada hewan ternak yang sedang dalam masa isolasi.

Adanya lockdown ini bukan berarti menutup secara total pengiriman antar daerah dan hewan dari luar provinsi. Namun, saat hewan ternak hendak masuk ke Jawa Barat, akan dimintai SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) dari kota asal pengirim dan rekomendasi pemasukan ternak dari daerah penerima.

Baca juga: Hebat! Jebolan Universitas Brawijaya Ini Paparkan Penelitiannya di Forum ASEAN

Jika terlihat adanya gejala PMK maka hewan ternak akan dipulangkan kembali. Upaya Pemulihan Kondisi Kesehatan Hewan Ternak Penanganan yang dilakukan untuk penyembuhan wabah virus PMK ini hampir sama seperti penanganan wabah Virus COVID-19.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X