• Rabu, 7 Desember 2022

Jaksa Agung ST Burhanuddin Minta Kasus Nenek Minah dan Kakek Samirin Tidak Terulang Lagi

- Minggu, 11 September 2022 | 01:23 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin. Foto: Istimewa
Jaksa Agung ST Burhanuddin. Foto: Istimewa


HARIAN MASSA - Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta kasus nenek Minah yang dipenjara karena mencuri 3 buah kakao tidak terulang kembali. Karena preseden buruk bagi keadilan.

Menurutnya, kasus itu sejarah kelam penegakan hukum di Indonesia.

Dalam kasus itu, nenek Minah didakwa melakukan pencurian 3 (tiga) buah kakao, kemudian divonis 1 (satu) bulan dan 15 (lima belas) hari penjara, dengan masa percobaan selama 3 (tiga) bulan.

Baca juga: Tangerang Selatan Dikepung Banjir, Benyamin Davnie: Saya Mohon Maaf

"Tentunya kasus nenek Minah mengusik rasa keadilan banyak pihak, karena hanya dengan 3 (tiga) buah kakao, seorang nenek yang sudah renta tetap menjalani proses hukum yang panjang," katanya, dikutip dari Instaragram @kejaksaan.ri, Minggu (11/9/2022).

Kasus lain yang serupa dan mengusik rasa keadilan adalah perkara kakek Samirin yang divonis bersalah 2 (dua) bulan dan 4 (empat) hari penjara, karena mencuri getah karet yang hanya sekitar Rp17.000.

"Akhirnya banyak kalangan memandang, jika hukum bagaikan pisau yang tumpul ke atas, namun tajam ke bawah," sambungnya.

Baca juga: TKW asal Banten Lolos Hukuman Mati di Arab Saudi Bayar Denda Rp800 Juta

Dirinya pun meminta para jaksa dalam menuntut perkara tidak asal dan mengabaikan rasa keadilan yang ada di masyarakat. Dengan demikian, maka kasus serupa tidak akan terjadi lagi.

"Menuntut bukan hanya sebatas menghukum orang, melainkan lebih dari itu. Menuntut adalah bagaimana memberikan keadilan dan kemanfaatan terhadap seseorang, pada hati nurani," sambungnya.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X