• Jumat, 7 Oktober 2022

Diprediksi Ada Peristiwa Besar Dibalik Insiden Polisi Tembak Polisi, JARI 98 Targetkan Rekonsiliasi Nasional

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 15:50 WIB
Ketua Presidium JARI 98, Willy Prakarsa saat memberikan arahan kepada sejumlah massa. (Foto: Harianmassa.)
Ketua Presidium JARI 98, Willy Prakarsa saat memberikan arahan kepada sejumlah massa. (Foto: Harianmassa.)

HARIANMASSA - Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI) 98 memprediksi ada peristiwa besar dibalik insiden kasus polisi tembak polisi atau lebih dikenal dengan kasus penembakan di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdi Sambo.

Ketua Presidium JARI 98, Willy Prakarsa kepada Harianmassa melalui keterangannya menyampaikan, ada jauh lebih besar peristiwa yang sedang melanda negeri.

"Sikap kritis JARI'98 itu jangan sampai memudar, dibalik sebuah peristiwa insiden penembakan dirumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdi Sambo ada jauh lebih besar peristiwa yang sedang melanda negeri," terang Willy Prakarsa melalui keterangan tertulisnya diterima Harianmassa, Minggu 7 Agustus 2022.

Baca Juga: Irjen Ferdy Sambo Ditahan di Tempat Khusus Kobrimob Polri

"Peristiwa tersebut yaitu adanya kenaikan harga BBM yang bikin rakyat hidup semakin sengsara. Sementara lapangan kerja tertutup, sebagai aktivis adalah tugas kita ingatkan rezim Pak Jokowi," ujarnya.

Baca Juga: Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo Ditangkap

Dengan demikian, Willy menjelaskan terkait isu Covid-19. Menurutnya, saat ini Covid-19 kembali semakin menggila sehingga sebanyak 63 negara disebut-sebut ambruk gegara isu Covid-19.

"Covid-19 semakin kembali menggila, 63 negara di dunia ambruk gegara issue Covid-19. Hutang RI tembus 7000 trilyun, APBN terkuras sementara rakyat Indonesia butuh sandang, pangan dan papan, jerit tangis dan AMPERA sudah tak terbendung," katanya.

"Tunggu meletupnya saja kemurkaan rakyat. Penjara baik Lapas maupun Rutan sudah over load, lengkap Amanat Penderitaan Rakyat (AMPERA) dan semakin jauh dari cita-cita Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945," sambung Willy Prakarsa.

Halaman:

Editor: Don Oslo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X