• Jumat, 12 Agustus 2022

Tokoh Adat Papua Nilai KKB Mendapatkan Keuntungan Ekonomi dari Pembantaian Warga Sipil

- Minggu, 24 Juli 2022 | 22:13 WIB
KKB Penggal kepala penambang emas di Pegunungan Bintang. Foto: Istimewa
KKB Penggal kepala penambang emas di Pegunungan Bintang. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Aksi brutal KKB yang melakukan pembunuhan terhadap belasan warga sipil di Papua, diduga bermotifkan ekonomi

Hal ini diungkapkan tokoh adat Papua, Yanto Eluay. Menurutnya, kekerasan yang dilakukan KKB tidak terkait dengan Papua merdeka, apalagi Otsus Jilid 2 atau Daerah Pemekaran Baru (DOB).

"Aksi-aksi KKB hingga mengakibatkan korban jiwa dari warga sipil adalah atas faktor ekonomi, dan bukan karena gerakan Papua merdeka," katanya, kepada wartawan, Minggu (24/7/2022).

Baca juga: 1 Tricon Container US Army Berisi Senjata Tempur Diamankan Bea Cukai Pelabuhan Panjang Lampung

Apalagi, banyak korban tewas yang menjadi sasaran serangan KKB selama ini kebanyakan pekerja kecil dan penambang ilegal. 

"Kalau kita ikuti beberapa peristiwa, itu erat kaitannya bermotif ekonomi. Seperti peristiwa kebanyakan, korbannya pedagang atau pekerja tambang, ini bermotif ekonomi," sambungnya. 
 
Dirinya pun menegaskan, serangan dan pembunuhan yang dilakukan KKB tidak ada kaitannnya dengan Otsus Jilid 2 atau DOB.
 
 
"Jangan dikait-kaitkan. Jangan juga ini dikaitkan dengan gerakan Papua merdeka. Karena saya melihat ini berkaitan dengan ekonomi. Jadi apa yang mereka lakukan saat ini untuk menakut-nakuti rakyat, dan akhirnya apa yang mereka inginkan bisa didapatkan," jelasnya. 
 
Dikatakan, dengan melakukan aksi-aksi, maka KKB akan mendapatkan sesuatu (uang) seperti aksi-aksi teror di Nduga dann Yahukimo hingga banyak yang menjadi korban.
 
 
Menurutnya, dari aksi kekerasan tersebut KKB mendapatkan keuntungan ekonomi. Semua, dilakukan karena bermotifkan ekonomi.
 
"Sekali lagi saya pertegas, bahwa jangan kita mengait-ngaitkan kejadian-kejadian yang terjadi di Pegunungan dikait-kaitkan dengan penolakan kebijakan pemerintah, ini murni ekonomi," tukasnya. 

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ambyar! Roy Suryo Resmi Ditahan Polda Metro Jaya

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 01:01 WIB
X