• Senin, 8 Agustus 2022

Konflik Bersenjata di Papua Harus Diakhiri, Kasihan Rakyat yang Menjadi Korban

- Rabu, 29 Juni 2022 | 00:54 WIB
Warga membawa jenazah untuk dimakamkan dengan cara dibonceng motor. Foto: Istimewa/Twitter
Warga membawa jenazah untuk dimakamkan dengan cara dibonceng motor. Foto: Istimewa/Twitter

HARIAN MASSA - Konflik bersenjata antara TNI/Polri dengan TPNPB menimbulkan kesengsaraan pada masyarakat Papua. Pembangunan mandek, setiap saat warga hidup dalam ketakutan. 

Seperti tampak dalam unggahan Twitter Arnold Belau @ArnoldBelau.

Tampak, seorang pemuda membawa jenazah pendeta dengan motor untuk dimakamkan. Ironisnya, peristiwa ini sering terjadi di Papua, terutama di wilayah yang terjadi konflik bersenjata.   

Baca juga: Miris! Tidak Ada Ambulans, Jenazah Pendeta di Papua Dibawa ke Pemakaman dengan Motor

"Kejadian peristiwa sperti ini terjadi di Intan Jaya. Intan Jaya dimekarkan pada tahun 2008 silam," kata Arnold, saat berbincang dengan Harian Massa, Rabu (28/6/2022). 

Dilanjutkan dia, konflik bersenjata yang terjadi antara TNI/Polri dengan TPNPB dan berlangsung hingga saat ini, membuat kendaraan yang melintas ke lokasi terpencil takut menjadi sasaran serangan.

"Pembangunan infrastruktur terhambat karena adanya konflik bersenjata antara TNI dan Polri dengan TPNPB sejak akhir 2019," sambungnya. 

Baca juga: Mencekam! Koramil Gome Diserang KKB, Terjadi Baku Tembak

Akibat konflik bersenjata yang tidak berkesudahan itu, masyarakat yang menjadi korban. Pembangunan infrastruktur menjadi tidak pernah dinikmati rakyat Papua yang hidup di pelosok.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ambyar! Roy Suryo Resmi Ditahan Polda Metro Jaya

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 01:01 WIB
X