• Senin, 8 Agustus 2022

Merebak Virus PMK Menyerang Hewan Kurban di Tangsel: Penjual Hewan Kurban Lakukan Ini Agar Tak Merugi

- Senin, 27 Juni 2022 | 13:03 WIB
Sapi. (Foto: pixabay.)
Sapi. (Foto: pixabay.)

HARIAN MASSA - Virus Foot and Mouth Disease (FMD) atau Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi terhadap hewan ternak khususnya sapi, kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel). Pasalnya, dalam kasus penyebaran PMK tersebut Pemkot Tangsel telah mencatat ada 79 ekor sapi terindikasi PMK.

Seperti diketahui, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Tangerang Selatan mencatat ada sekitar 14000 ekor hewan kurban yang masuk wilayah Tangsel. Jumlah tersebut terbagi menjadi 7000 ekor sapi dan 7000 ekor kambing serta domba.

Meski demikian, DKP3 Tangerang Selatan mengklaim telah melakukan penyembuhan terhadap 30 ekor sapi dari total 79 ekor sapi yang terindikasi PMK, Senin 27 Juni 2022.

Baca Juga: Bocah 7 Tahun Jadi Korban Pelecehan Seksual di Mall Bintaro: Ini Kata Polisi!

Dengan adanya merebak PMK di Tangsel, penjual hewan kurban melakukan antisipasi penyembuhan. Hal itu dilakukan agar tak merugi, salah satunya yang dialami oleh penjual hewan kurban, Muksin.

Ketika berbincang dengan Harianmassa, Muksin mengaku untuk antisipasi PMK pihaknya koordinasi ke Keswan untuk dilakukan pengecekan. Selain itu, juga memberikan suplemen makanan dan minuman tradisional.

Baca Juga: Jokowi Akan Temui Presiden Rusia dan Ukraina untuk Lakukan Gencatan Senjata

"Apabila ada gejala sapi terkena PMK kita isolasi sapi tersebut untuk dilakukan treatment, pengecekan yg dilakukan Keswan tidak dikenakan biaya atau gratis," terang Muksin.

"Petugas Keswan sangat sigap dan cepat jika kita ada info sapi kita mengalami gangguan kesehatan, harapan kami semoga kita dapat melewati permasalahan ini," ujarnya.

Halaman:

Editor: Don Oslo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ambyar! Roy Suryo Resmi Ditahan Polda Metro Jaya

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 01:01 WIB
X