• Sabtu, 25 Juni 2022

Kisah Horor Mpok Eli Memandikan Mayat, Selalu Dapat Bisikan Gaib Orang akan Meninggal

- Kamis, 23 Juni 2022 | 17:56 WIB
Mpok Eli, pemandi jenazah. Foto: Ibrahim/Harianmassa.id
Mpok Eli, pemandi jenazah. Foto: Ibrahim/Harianmassa.id
 
HARIAN MASSA - Tidak terasa, tujuh tahun sudah Mpok Elliah (52) menjadi Amil. Pekerjaan memandikan jenazah itu dilakoninya dengan ikhlas tanpa imbalan.
 
Kepada Harian Massa, wanita paruh baya yang kerap disapa Mpok Eli ini mengaku, dirinya tidak pernah berniat apalagi bermimpi melakoni pekerjaan tersebut.
 
"Saya mah, jadi begini nih, ngelihat teman yang mandiin mayat, saya gak sreg. Akhirnya saya bantuin, sebelum mayat ditutup saya doain, baru dibungkus," kata Mpok Eli, saat berbincang dengan Harian Massa di rumahnya, Kamis (23/6/2022).
 
 
Sejak itu, hingga kini, Mpok Eli masih terus mendapat panggilan memandikan mayat.
 
"Ampe sekarang.. saya gak niat jadi Amil, tapi saya bersyukur jadi Amil, awalnya asam urat jadi gak ada, jantung, semua sehat.. awalnya mah ada asam urat, nih ilang tuh benjolan di kaki gak ada," sambungnya.
 
Awalnya, Mpok Eli mengaku aneh dengan keajaiban itu. Namun, dia bersyukur diberikan kesehatan setelah kerjanya itu.
 
 
"Pokoknya saya mah begini ajah, siapa yang butuh pertolongan saya, saya bantuin.. yang penting saya gak minta bayaran.. ini kewajiban saya mandiin mayat. Tapi kalau di kasih alhamdulillah, gak dikasih ibadah," kata warga Betawi Jurangmangu Barat ini.
 
Pernah suatu ketika, ada orang yang mau belajar memandikan mayat kepada dirinya. Kontan Mpok Eli menjawab tidak bisa.
 
"Ada yang pernah minta diajarin sama saya, tapi sayang, gua aja gak belajar, gak ngerti.. belajarnya jangan am gua dah. Mending tanya guru agama," katanya seraya tertawa.
 
 
Lebih jauh, dia mengatakan, pekerjaan memandikan mayat, penjual kain kafan, dan penggali kubur, adalah sama. Satu paket. Mereka bisa tahu jika ada yang akan meninggal, seperti mendapat bisikan gaib.
 
Mpok Eli pun menceritakan pengalaman horornya. Setiap kali ada yang mau meninggal, dia seperti mendapatkan bisikan entah dari mana. Tetapi benar adanya.
 
"Tukang mandiin mayat, penjual kain putih atau kafan, penggali kubur, itu kalau ada yang meninggal pasti tahu.. enggak ngerti, kayak ada rasanya aja begitu," bebernya.
 
 
Dia mencontohkan penjual kain kafan, saat ada yang meninggal, etalase penjual kain putih itu selalu bergemeretak. Begitu juga dengan penggali makam dan dirinya. Setiap ada yang mau meninggal, dia pasti tahu.
 
"Cuma kuping aja kayak ada yang bisikin, ada yang mati nih. Tandanya bau kapur Barus, tapi ada aja, pokoknya ada aja," sambung warga RT02/01 Jurangmangu ini.
 
Sebagai orang yang memandikan mayat, Mpok Eli tidak tebang pilih. Semua manusia yang meninggal, jika butuh pertolongan untuk dimandikan akan dia bantu. Baik itu Muslim maupun non-Muslim akan dibantu.
 
 
"Amil itu bukan tunjukkan manusia, tetapi hubungannya sama penguasa (Tuhan), bukan ama manusia. Yang penting bisa jaga aib jenazah itu. Misal keanehan di badan, itu jangan diceritain, karena ada saja," jelasnya.
 
Dari pemerintah, Mpok Eli mengaku, dapat dana insentif sebesar Rp750 ribu per tiga bulan. Kecil memang. Namun dia bersyukur.
 
Bagi masyarakat yang membutuhkan jasa memandikan mayat, Mpok Eli mengaku siap membantu. Atas izinnya, Harian Massa memasukkan nomor telepon Mpok Eli bagi masyarakat yang membutuhkan di sini; 081211230880. Semoga berkah ya Mpok Eli.

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X