• Sabtu, 25 Juni 2022

Gerakan Samin Menolak Membayar Pajak Pemerintah Kolonial Belanda (2)

- Minggu, 22 Mei 2022 | 07:05 WIB
Samin Surontiko. Foto: Istimewa
Samin Surontiko. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Saat gerakan Samin mulai membesar, keluar desas desus para pengikut Samin akan melakukan pemberontakan, pada 1 Maret 1907. Desas desus ini kemudian dijadikan dalih, untuk melakukan penangkapan.

Desas desus itu berawal saat Samin Surontiko mengumumkan, telah tiba era baru pada bulan suro atau Februari 1907, yang akan menggantikan kekuasaan Belanda. Era baru itu akan digantikan sendiri oleh dia sebagai rajanya.

Sambil menunggu waktunya, para pengikut ajaran Samin, dianjurkan untuk melakukan perlawanan passif dengan menolak membayar pajak kepada Pemerintah Belanda. Hal inilah yang dijadikan dalih untuk melakukan penangkapan.

Baca juga: Gerakan Samin Menolak Membayar Pajak ke Pemerintah Kolonial Belanda (1)

Penangkapan pertama dilakukan saat para pengikut Samin sedang melakukan selametan, di Kedung Tuban. Tidak lama kemudian, Samin Surontiko ditangkap bersama delapan orang pengikutnya, setelah dia diangkat sebagai Ratu Adil.

Tidak hanya itu, Samin Surontiko juga mendapat gelar Prabu Panembahan Suryangalam, pada 8 November 1907.

Pengangkatan Samin menjadi Ratu Adil, membenarkan keterangan Penasehat Pemerintah Urusan Bumiputera, Snouk Hurgronje yang menyatakan, gerakan Samin sebagai gerakan mesianistis dan bisa dibungkam dengan pembuangan.

Baca juga: Sabotase, Gerakan Melumpuhkan yang Sangat Berbahaya

Namun, dengan membuang Samin Surontiko bersama delapan orang pengikutnya ke tiga wilayah di luar Jawa, tidak membuat gerakan Samin redup. Sebaliknya, gerakan Samin terus menggelinding dan berlipat ganda.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X