• Sabtu, 25 Juni 2022

Merasa Dijebak, Mantan Kabid Bea Cukai Bandara Soetta Bongkar Dugaan Mafia Impor Barang

- Kamis, 28 April 2022 | 06:10 WIB
Sidang Pengadilan Tipikor Negeri Serang. Foto: Istimewa
Sidang Pengadilan Tipikor Negeri Serang. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Terdakwa kasus pemerasan perusahaan jasa titipan, Qurnia Ahmad Bukhori Kepala Bidang Pelayanan Fasilitas Pabean Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Type C Soekarno-Hatta (Soetta) merasa dijebak oleh atasannya sendiri. 

Hal itu terungkap dalam sidang mendengarkan keterangan saksi Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soetta, Finari Manan, dan Kepala Seksi Pabean dan Cukai III Bea Cukai Soetta, Raden Roro Endah, di Pengadilan Tipikor Negeri Serang.

Keduanya dihadirkan untuk keterangan kedua terdakwa, yaitu Qurnia Ahmad Bukhori dan Vincentius Istiko Murtiadji mantan Kasi Pelayanan Pabean dan Cukai Bandara Soetta.

Baca juga: Buronan Teroris Poso Askar alias Pak Guru Ditembak Mati, Sempat Lakukan Perlawanan

Yang menarik, dalam sidang terdakwa Qurnia Ahmad Bukhori mengaku dirinya dijebak guna menutupi dugaan mafia impor barang di Tempat Penampungan Sementara (TPS) PT Sinergi Karya Kharisma (SKK).

"Bahwa dengan dilakukan Monitoring dan Evaluasi Perusahaan Jasa Titipan (Monev PJT) tanggal 26 Maret 2021 membuat ketidaknyamanan Soni (Arif Agus Harsono atau Soni Dirut PT SKK), dan SKK karena dikhawatirkan pelanggaran kepabeanan yang dilakukan selama ini akan terbongkar," katanya, Rabu (27/4/2022).

Dilanjutkan dia, selama ini Dirut PT SKK telah banyak memberikan uang suap kepada sejumlah teman seangkatan Kepala Kantor Bea Cukai Soetta, untuk menghentikan Monev melalui terdakwa Vincentius Istiko Murtiadji, dan Arief Andrian selaku Kasi Pelayanan dan Fasilitas Pabean dan Cukai.

Baca juga: Bupati Bogor Ade Yasin Tertangkap OTT KPK, Ini Sepak Terjangnya

"Hasil Monev PT SKK, menemukan adanya indikasi pelanggaran kepabeanan berupa pengeluaran barang impor secara ilegal dan penukaran barang impor di TPS SKK, yang mengakibatkan potensi kerugian negara dari pajak impor dan denda," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X