• Kamis, 30 Juni 2022

Aksi Maggot Rumahan, Jurus Jitu Atasi Permasalahan Sampah di TPA Cipeucang

- Jumat, 22 April 2022 | 15:33 WIB
Sosialisasi aksi maggot rumahan. (Foto: Harian Massa.)
Sosialisasi aksi maggot rumahan. (Foto: Harian Massa.)

HARIAN MASSA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengenalkan upaya penanganan sampah organik skala rumah tangga. Upaya penanganan sampah seperti ini dikenal dengan sebutan aksi maggot rumahan.

Upaya penanganan sampah dengan menggunakan maggot BSF atau budidaya pembesaran baby maggot dengan menggunakan media ember, yang diinisiasi masyarakat ini diharapkan dapat mengatasi masalah sampah di TPA Cipeuang, Serpong, Tangerang Selatan, Jum'at 22 April 2022.

Kepala Bidang Persampahan DLH Tangerang Selatan, Rastra Yudhatama menjelaskan terkait progres aksi maggot rumahan tsrsebut. Menurut Yudha, aksi maggot rumahan adalah upaya penanganan sampah organik skala rumah tangga dengan menggunakan maggot BSF.

Baca Juga: Ibadah 10 Hari Terakhir Ramadhan Rasulullah, Mulai Salat Malam hingga Tilawah Al Quran

"Budidaya pembesaran baby maggot ini dengan menggunakan media ember. Upaya pembesaran baby maggot kemudian menjadi maggot itu memerlukan waktu 12-14 hari untuk kemudian dipanen, setelah itu ember akan ditukar dengan baby maggot yang baru," jelas Rastra Yudhatama kepada wartawan.

"Sebanyak 100 gram baby maggot akan menghasilkan 1-2 kilo gram maggot dan memerlukan kurang lebih 1 kilo gram sampah organik untuk pakan, sehingga diharapkan dapat mengatasi sampah organik habis di sumber," ujarnya.

Baca Juga: Viral! Pengemis Jalan Ngesot di Pasar Bengkok Tangerang Dijemput Ojek, Ternyata Bisa Jalan

Kendati demikian, pria yang akrab disapa Mas Yudha tersebut membeberkan awal mula perolehan ide maggot. Menurut dia, aksi maggot rumahan tersebut merupakan ide murni inisiatif masyarakat, yaitu dari Depo Maggot TPS3R 04 Serua Indah dan Penggiat Lingkungan.

"Hal ini didasari bagaimana mengatasi permasalahan sampah dengan cara ramah, mereka menjalankan aksi ini dengan cara swadaya, swapikir dan swadana," tuturnya.

Halaman:

Editor: Don Oslo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X