• Kamis, 18 Agustus 2022

Akademisi Minta MA Tolak Uji Materil Permendikbud Anti Kekerasan Seksual

- Rabu, 13 April 2022 | 08:25 WIB
Dian Sastro tolak kekerasan seksual di kampus.  (instagram @therealdisastr)
Dian Sastro tolak kekerasan seksual di kampus. (instagram @therealdisastr)

HARIAN MASSA - Kekerasan seksual di lingkungan pendidikan marak. Hal ini menimbulkan keprihatinan kepada masyarakat luas. 

Berbagai upaya untuk menyikapi masalah ini pun terus dilakukan. Salah satunya dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbud Ristek) No 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi.

Sayangnya, aturan itu dianggap multitafsir. Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat pun mengajukan pencabutan Permendikbud No 30 Tahun 2021 itu.

Baca juga: DPP GRANAT Sambangi Jambe Tangerang, Ini yang Dilakukan Rombongan Henry Yosodiningrat

Permohonan telah terdaftar dengan nomor perkara 34 P/HUM/2022 ke Mahkamah Agung. LKAAM meminta MA membatalkan Permendikbud, karena dianggap pintu masuk melegalkan seks bebas.

Hal ini disayangkan. Aturan yang dinilai melindungi korban, justru mendapat gugatan. Pro dan kontra atas gugatan itu pun bergulir. 

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Pamulang Halimah Humayrah Tuanaya termasuk yang tidak setuju dengan gugatan itu. Dirinya bahkan meminta MA menolak permohonan LKAAM.

Baca juga: Brutal! KKB Tembaki Warga Sipil di Puncak Jaya, 1 Orang Tewas

"Lahirnya Permendikbud itu jelas merupakan bentuk keberpihakan negara pada banyaknya korban dari kasus kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi" ujar Dosen Hukum Perlindungan Perempuan dan Anak itu, dalam pesan tertulisnya, Rabu (13/4/2022).

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X