• Selasa, 16 Agustus 2022

Eksklusif: Kisah Anak STM di Tangerang Terpapar HIV dari Cewek Open BO

- Kamis, 7 April 2022 | 17:41 WIB
Obat-obatan yang diminum Wafer sejak tertular HIV. Foto: Istimewa
Obat-obatan yang diminum Wafer sejak tertular HIV. Foto: Istimewa

Baca juga: Tirto Adhi Soerjo dan Lahirnya Gerakan Sarekat Islam (4)

"Sepertinya antara ya dan tidak, lalu selang seminggu cek kembali hasilnya positif. Untuk fisik yang signifikan setelah konsumsi obat setahun pertama adalah kulit sangat kusam cenderung gelap. Berat badan naik drastis," jelasnya.

Pengalaman pertama memakai obat-obatan itu membuat tubuh Wafer harus beradaptasi dengan efek sampingnya.

"Dulu saya mendapat rejimen yang mengandung efavirenz, sehingga efeks sampingnya yaitu keliyengan. Reaksi keluarga tentunya sangat sedih sekali.. Namun stigma dan diskriminasi pertama adalah dari keluarga sendiri," bebernya.

Baca juga: Ternyata Istilah Tarawih Tidak Dikenal Nabi Muhammad SAW

Keluarga yang menjadi lingkungan terdekat dan diharap memberikan semangat moril, ternyata malah sebaliknya. Saat mendengar kata HIV, keluarga pun takut karena stigma penyakit kotor itu yang selama ini menakutkan.

Sejak itu, bahkan hingga saat ini, Wafer sudah harus siap berjuang sendiri. Menghitung hari yang terus berjalan dengan lambat, dan menggunakannya semaksimal mungkin, tanpa harus berpura-pura lagi.

"Bahkan saya tidak boleh menggendong adik saya yang masih bayi saat itu," ungkap Wafer mengingat pengalaman itu.

Baca juga: 4 Orang Saleh yang Dijadikan Berhala, Diberi Sesajen Dianggap Anak Tuhan

Pergolakan batin Wafer yang tiada henti dirasakan akibat penyesalan mendalam. Namun, semua sudah kehendak Tuhan, Jalan yang ditempuh sudah digariskan. Wafer pun menganggap ini sebagai penebusan dosa.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X