• Kamis, 18 Agustus 2022

Tan Jing Sing, Sosok di Balik Kembalinya Takhta Sultan Hamengku Buwono III

- Selasa, 29 Maret 2022 | 07:00 WIB
Tan Jing Sing. Foto: Istimewa/Harianmassa.id
Tan Jing Sing. Foto: Istimewa/Harianmassa.id

Akhirnya, sang bayi diserahkan kepada Tek Liong. Dua minggu kemudian, mereka pergi ke klenten yang ada di Semarang.

Biksuni yang menemui mereka saat menatap wajah sang bayi dan melihat telapak tangannya mengatakan, bahwa bayi RA Patrawijaya itu akan tumbuh menjadi anak yang pandai dan orang besar. Namun, tidak boleh memakai marga Oei.

"Di dekat sini tinggal suami istri Tan Sing Hong yang kira-kira sebulan yang lalu dapat bayi laki-laki. Sebaiknya bayimu ini diakukan kepada Sin Hong. Istrinya kuat, sehat dan air susunya berlebihan," kata si biksuni, dikutip dari hal 2.

Biksuni ini juga mengatakan, setelah 7 bulan, baru bayi tersebut boleh dibawa pulang menjadi anak angkat Tek Liong.

Baca juga: Penampakan Pabrik Gula Serpong dan Sungai Cisadane masa Hindia Belanda

Saran dari biksuni ini benar dipatuhi Tek Liong. Entah kebetulan atau jodoh, keluarga Sing Hong ternyata setuju. Bahkan menganggap bayi itu sebagai anaknya sendiri, hingga 7 bulan pun berlalu dan Tek Liong membawanya kembali.

Oleh Sin Hong, bayi tersebut diberi nama Tan Jing Sing. Dari sinilah, nama Tan Jing Sing berasal dan dikenal hingga kini.

Saat Tan Jing Sing berusia 2 tahun, istri Tek Liong meninggal dunia karena sakit keras. Setelah seahun menduda, dia memanggil ibu kandung Tan Jing Sing untuk melihat anaknya. Inilah kali pertama ibu dan anak itu bertemu.

Meski lama tidak bertemu, tetapi emosional ibu dan anak itu tidak luntur. Keduanya dengan cepat menyatu. Melihat itu, Tek Liong terharu. Lalu melamar RA Patrawijaya sebagai istrinya agar dia bisa merawat Tan Jing Sing.

Baca juga: Mengungkap Penyamaran Soeharto, Pertemuan Rahasia dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X