• Sabtu, 2 Juli 2022

Tan Jing Sing, Sosok di Balik Kembalinya Takhta Sultan Hamengku Buwono III

- Selasa, 29 Maret 2022 | 07:00 WIB
Tan Jing Sing. Foto: Istimewa/Harianmassa.id
Tan Jing Sing. Foto: Istimewa/Harianmassa.id

HARIAN MASSA - Siapa yang masih mengingat nama Tan Jin Sing. Kapiten Cina Yogyakarta yang meraih gelar Raden Tumenggung (RT) Secodiningrat, dan menjabat sebagai Bupati Yogyakarta hingga wafatnya.

Menulis riwayat Tan Jin Sing, berarti menulis sejarah Yogyakarta, sejak pemerintahan Inggris hingga Perang Diponegoro.

Namun, tulisan ini akan dibatasi dan singkat saja agar tidak membosankan. Dimulai dari riwayat nama Tan Jin Sing. Dilihat dari namanya, tentu banyak orang akan menganggap dia sebagai keturunan Cina. Padahal dia Jawa tulen.

Baca juga: Kutukan Sunan Bonang, Ubah Desa Subur Menjadi Tandus dan Sulit Dapat Jodoh

Seperti ditulis dalam karangan TS Werdoyo yang berjudul Tan Jin Sing. Uniknya, bukan kebetulan Werdoyo menuliskan kisah Tan Jin Sing. Dia merupakan salah seorang keturunan Tan Jing Sing yang menulis tentang leluhurnya sendiri.

Tan Jing Sing lahir pada 1760 dari seorang ibu bernama RA Patrawijaya. Ayahnya seorang demang di Desa Kalibeber dan dikenal dengan nama Ki Demang. Saat Tan Jing Sing lahir, sang ayah telah meninggal enam bulan sebelumnya.

Yang menyedihkan, Ki Demang meninggalkan banyak utang. Hal ini menimbulkan kesulitan tersendiri bagi istrinya.

Beruntung, Ki Demang memiliki kawan baik yang bernama Oei Tek Liong yang tulus membantunya. Saat RA Patrawijaya melahirkan, Tek Liong datang mengucapkan selamat. Dia melihat RA Patrawijaya yang sangat lemah jadi prihatin.

Baca juga: Suku-Suku Pengendali Cuaca di Indonesia, Padukan Ilmu Pengetahuan dan Relasi Alam

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X