• Selasa, 16 Agustus 2022

Perjuangan Guru SD di Daerah Terpencil Gunungkidul Harus Bisa Jadi Tukang

- Rabu, 23 Maret 2022 | 15:00 WIB
Perjuangan guru sekolah terpencil harus bisa nyambi jadi tukang. Foto: Istimewa
Perjuangan guru sekolah terpencil harus bisa nyambi jadi tukang. Foto: Istimewa

Kepala Sekolah SD N Karangwetan Sigit Waluyo mengatakan, kondisi atap SD sudah banyak yang rapuh karena kayunya dimakan rayap.

"Semua ruangan sudah mulai rusak atapnya. Terpaksa, karena tidak ada anggaran renovasi gedung dari DAK," katanya, Rabu (23/3/2022).

Baca juga: Kisah Teladan Asmaul Husna Al Muhaimin, Wanita Bernama Yukibid

Dijelaskan dia, dana perbaikan sekolah baru baru diusulkan tahun 2023. Alhasil, pihak sekolah dan guru berinisiatif memperbaikinya sendiri.

"Jika tidak segera diperbaiki akan membahayakan siswa. Tak hanya kayu atap, plafon di setiap ruangan juga mulai jebol," sambungnya.

Sekolah tersebut hanya memiliki 36 orang siswa dari 2 RT di Padukuhan Karangwetan dan 1 RT dari Padukuhan Bangkan, Kelurahan Jatiayu.

Baca juga: Polsek Serpong Diserbu Ratusan Pesilat PSHT, Ada Apa?

Setiap siswa mendapat alokasi BOS sebesar Rp900 ribu pertahun, sehingga setahun SD ini hanya mendapat BOS kurang dari Rp36 juta.

Dana BOS sendiri tidak boleh digunakan untuk rehab berat gedung sekolah, karena hanya untuk pembelajaran dan ekstra kurikuler.

"Untuk memperbaiki sekolah, para gurup patungan membeli kayu dan naik ke atap memperbaikinya sendiri agar tidak roboh," bebernya.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X