• Selasa, 16 Agustus 2022

Jelaskan Aturan Toa Masjid, Menag Bandingkan Azan dengan Gonggongan Anjing

- Kamis, 24 Februari 2022 | 11:35 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Istimewa/Tangkapan layar
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Istimewa/Tangkapan layar

HARIAN MASSA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas membuat perbandingan yang tidak pantas terhadap panggilan azan. 

Dalam sebuah wawancara, Yaqut membandingkan azan dengan suara gonggongan anjing. Hal ini dia ungkapkan saat menjelaskan surat edaran yang mengatur penggunaan toa di masjid dan musala. 

"Soal aturan azan, kita sudah terbitkan surat edaran pengaturan. Kita tidak melarang masjid-musala menggunakan toa, tidak. Silakan. Karena itu syiar agama Islam," katanya, Rabu (23/2/2022).

Baca juga: Syekh Ahmad Khatib, Ulama Nusantara yang Dihormati Menjadi Imam Besar di Masjidil Haram

Menurutnya, suara toa harus diatur maksimal 100 dB (desibel). Selain itu, waktu penggunaanya juga harus disesuaikan sewaktu azan.

"Tetapi harus diatur bagaimana volume speaker tidak boleh kencang-kencang, 100 dB maksimal. Diatur kapan mereka bisa mulai gunakan speaker itu sebelum dan setelah azan. Tidak ada pelarangan," jelasnya. 

Dijelaskan dia, aturan itu dibuat hanya untuk menciptakan harmonisme di lingkungan masyarakat. Sehingga, tidak ada yang akan terganggu. 

Baca juga: Petugas Gabungan Sasar Pasar Modern dan Spa di BSD, 28 Orang Terciduk Razia

"Karena kita tahu, misalnya ya di daerah yang mayoritas Muslim. Hampir setiap 100-200 meter itu ada musala-masjid. Bayangkan kalau kemudian dalam waktu bersamaan mereka menyalakan toa bersamaan di atas. Itu bukan lagi syiar, tapi gangguan buat sekitarnya," paparnya.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X