• Senin, 15 Agustus 2022

PRIMA Tuding Pemerintah Gagal Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok Kedelai, Akibatnya Harga Tahu dan Tempe Naik

- Selasa, 15 Februari 2022 | 16:01 WIB
Pengrajin tahu tempe. (Foto: Pikiran-Rakyat.com.)
Pengrajin tahu tempe. (Foto: Pikiran-Rakyat.com.)

HARIAN MASSA - Produsen tahu dan tempe berencana melakukan mogok produksi pada tanggal 21 Februari hingga 23 Februari 2022. Mogok produksi akan dilakukan di sebagian besar daerah-daerah di pulau Jawa.

Aksi itu dilakukan lantaran harga kedelai yang menjadi bahan baku utama tahu dan tempe mengalami lonjakan kenaikan. Hal ini berakibat pada meningkatnya biaya produksi.

Parahnya, polemik harga minyak goreng belum selesai, kini tahu tempe juga berpotensi naik. Lantaran itu membuat pengrajin tahu tempe berencana melakukan aksi mogok produksi.

Baca Juga: Pernyataan Ustad Khalid Basalamah Dangkal tentang Wayang, Ini Penjelasan Abdul Muti

Wakil Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Alif Kamal menyampaikan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan telah gagal mengendalikan harga kebutuhan pokok yang dikonsumsi msyarakat sehari-hari.

Untuk informasi, komoditas kedelai mengalami kenaikan di pasaran. Awalnya harga komoditas ini hanya 9 ribu rupiah. Tapi, sejak Desember 2021 hingga awal Februari 2022 harganya mencapai 11 ribu rupiah.

“Minyak goreng, tahu dan tempe adalah kebutuhan sehari-hari yang dikonsumsi oleh masyarakat, kalau ngatur ini saja tidak beres, bagaimana mau bangun IKN (Ibukota Negara)?” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa 15 Februari 2022.

Baca Juga: Tok! Herry Wirawan Divonis Seumur Hidup Penjara karena Perkosa Belasan Santriwati hingga Melahirkan

Harga komoditas kedelai sendiri diperkirakan akan mengalami kenaikan hingga Mei 2022 mendatang. Penyebab kenaikan harga komoditas ini karena produksi dan pasokan dunia berkurang.

Masalahnya, produksi tahu dan tempe Indonesia 80 persen bahan bakunya menggunakan kedelai impor.

Halaman:

Editor: Don Oslo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X