• Kamis, 18 Agustus 2022

Guncangan Gempa Banten Dirasakan Keras Disejumlah Tempat, Ternyata Ini Penyebabnya

- Jumat, 4 Februari 2022 | 18:53 WIB
Peta gempa Bayah, Banten. Foto: Istimewa
Peta gempa Bayah, Banten. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa hari ini yang mengguncang wilayah Banten dan terasa di Jakarta, merupakan akibat dari deformasi batuan.

Jenis gempa dangkal ini, diakibatkan deformasi batuan pada kerak samudra Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Banten dengan mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal).

"Gempa intraslab seperti ini memiliki karakter meradiasikan ground motion (guncangan) yang lebih besar diatas gempa sekelasnya dari sumber lain," katanya dikutip Harian Massa dari Twitter @DaryonoBMKG, Jumat (4/2/2022).

Baca juga: Guncangan Gempa Banten M6,7 Hancurkan 3.078 Rumah, Pandeglang Paling Parah

Menurutnya, jika gempa ini berpusat di bidang kontak antar lempeng (megathrust) atau di intraplate (dalam lempeng kontinen), malah tidak akan sebesar ini guncangannya.

"Gempa yang terjadi dirasakan di Palabuhan Ratu dalam skala intensitas IV MMI. Sedangkan di Malingping, Bayah, Cihara, Panggarangan, Ciptagelar, Wanasalam, Sukabumi, Rangkas Bitung, Cireunghas, Cikeusik III MMI. Di Sawarna, Pangalengan, Jakarta, Tangerang, Parung Panjang II MMI," sambungnya.

Baca juga: Gempa Banten Sama-sama Terjadi di Hari Jumat, Netizen Langsung Ingat Kiamat

Seperti dilansir dari Twitter BMKG @infoBMKG. Gempa tidak berpotensi terjadinya tsunami.

"Gempa Mag:5.5, 04-Feb-22 17:10:45 WIB, Lok:7.48 LS,105.92 BT (71 km BaratDaya BAYAH-BANTEN), Kedlmn:10 Km, tdk berpotensi tsunami," cuitnya.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X