• Sabtu, 28 Mei 2022

Penolakan Tempat Ibadah di Tangsel Terus Berlarut-larut, Wakil Rakyat Turun Tangan

- Selasa, 25 Januari 2022 | 13:01 WIB
Spanduk penolakan warga. (Foto: Dok. Harian Massa.)
Spanduk penolakan warga. (Foto: Dok. Harian Massa.)

HARIAN MASSA – Pembangunan tempat ibadah Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Kelurahan Rawa Mekarjaya, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), tak kunjung menemukan titik temu. Pasalnya, warga sekitar bersikukuh menolak pembangunan tempat ibadah tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun Harian Massa, penolakan pembangunan GKI di kawasan Nusa Loka telah terjadi sejak 2016 silam. Disisi lain, rencana pembangunan itu berada diatas tanah fasos-fasum seluas 6000 meter persegi, Selasa 25 Januari 2022.

Penelusuran wartawan, penolakan warga terhadap pembangunan GKI berdasar untuk kebutuhan lingkungan. Pasalnya, warga menolak lantaran lahan tersebut dinilai lebih mumpuni untuk dibangun sarana pendidikan.

Baca Juga: Penemuan Mayat di Bekas Galian Pasir Cisauk Gegerkan Warga

Salah satu warga yang berhasil dijumpai wartawan, Safe’i (41) menjelaskan rentetan persoalan penolakan pembangunan GKI di Nusa Loka, Rawa Mekarjaya. Menurutnya, saat ini warga sekitar membutuhkan sarana pendidikan.

“Untuk masalah ini, saya tidak dominan pada urusan agama. Karena terlalu sensitif kalau ngomongin masalah agama,” jelas Safe’i saat dijumpai Harian Massa beberapa waktu lalu.

“Namun saya hanya konsen pada wilayah lingkungan saja, mungkin saat ini lebih membutuhkan fasilitas seperti sarana dan prasarana untuk pendidikan,” ujarnya.

Baca Juga: Pemuda Panca Marga Laporkan 2 Oknum Diduga Perusuh Ke Bareskrim Polri

Sementara, Ketua Tim Pembangunan GKI Nusa Loka, Rawa Mekarjaya, Bambang Sarwo Adji menjelaskan terkait rencana pembangunan GKI. Menurut dia, lahan diatas 6000 meter persegi itu, sebagiannya merupakan fasos dari pengembang untuk tempat ibadah.

“Untuk historinya lahan itu adalah fasos dari pengembang yang di peruntukan untuk pembangunan rumah ibadah. Dari total luas keseluruhan itu adalah 6000 meter, kemudian di ambil 2210 meter untuk digunakan pembangunan,” jelas Bambang.

Halaman:

Editor: Don Oslo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hore! Masyarakat Tangsel Boleh Lepas Masker

Selasa, 24 Mei 2022 | 16:01 WIB

Cabuli 2 Kakek, Pria di Garut Ditangkap Polisi

Minggu, 22 Mei 2022 | 12:05 WIB
X