• Kamis, 18 Agustus 2022

Jokowi : Pengawasan OJK Tidak Boleh Lemah di Masa Pandemi Covid 19

- Kamis, 20 Januari 2022 | 14:07 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Rapimnas Kadin di Bali. (Foto: Tangkapan layar twitter @jokowi.)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Rapimnas Kadin di Bali. (Foto: Tangkapan layar twitter @jokowi.)

HARIAN MASSA – Dampak pandemi Covid 19 ini mengimbas pada sektorsektor tertentu. Pada saat yang bersamaan, telah terjadi gangguan rantai pasokan global yang menyebabkan harga komoditas global meroket dan meningkatkan ketidakpastian inflasi global.

Oleh karena itu, diperlukan strategi penanganan yang lebih spesifik, rinci, dan efektif yang dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak melemahkan upaya pemulihan yang ada saat ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Harian Massa dari laman situs setkab.go.id menjelaskan, Presiden Joko Widodo menjelaskan pengawasan keuangan tidak boleh kendor.

Baca Juga: OPM Kembali Serang Pasukan TNI di Papua, 1 Prajurit Tewas 2 Masih Kritis

“Di masa sulit, pengawasan tidak boleh kendur karena pengawasan yang lemah akan membuka celah, membuka peluang bagi munculnya berbagai modus kejahatan keuangan yang ujung-ujungnya akan merugikan masyarakat. Hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi,” pungkas Presiden dikutip harian massa melalui unggah tulisan dalam laman situs setkab.go.id dikutip Harian Massa, Kamis 20 Januari 2022.

Baca Juga: Makam Ipin dan Upin Ditemukan di Palu, Les Copaque Production Beri Jawaban

Presiden Jokowi menegaskan bahwa kebijakan dan instrumen dalam pengawasan yang telah dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus mampu mencegah perluasan dampak dari adanya pandemi Covid 19, khususnya di bidang perekonomian dan sektor keuangan.

Kemudian, harus membantu sektor informal dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)agar mampu bertahan, sehingga bisa tumbuh lebih baik dengan melakukan terobosan inovasi.

“Saya mengapresiasi jajaran Otoritas Jasa Keuangan yang dapat berkoordinasi dengan baik satu sama lain. Antara sektor jasa keuangan dengan sektor riil harus saling mendukung dan saling menguatkan di saat-saat sulit seperti ini,” pungkasnya.

Baca Juga: Bukan Jenis Makanan, Ternyata Ini Kepanjangan dari Bonus Sambal Terong

Tambahan dari Presiden Jokowi, tanpa sektor jasa keuangan yang baik, maka perekonomian secara nasional pun tak akan berjalan dengan baik dan berlanjut. Tetapi, dalam sektor jasa keuangan pun tak dapat bertumbuh dengan kuat, jika tidak didukung pergerakan sektor riil.

“Jika sektor jasa keuangan hanya memikirkan keuntungan semata tanpa menggerakkan sektor riil, akan berpotensi munculnya skema ponzi, munculnya investasi bodong, penipuan investasi, dan sejenisnya. Ragam model penipuan yang sangat merugikan masyarakat. Persoalan-persoalan seperti ini juga menjadi tugas kita bersama dengan OJK sebagai motornya,” urai Presiden Jokowi.

Editor: Don Oslo

Sumber: setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X