• Jumat, 19 Agustus 2022

Pulang Vaksin di Bintaro Lansia Kena Tipu, Duit Rp 250 Juta Amblas

- Sabtu, 8 Januari 2022 | 12:01 WIB
Ilustrasi: Pulang Vaksin di Bintaro Lansia Kena Tipu, Duit 250 Juta Amblas. (Foto: Harian Massa.)
Ilustrasi: Pulang Vaksin di Bintaro Lansia Kena Tipu, Duit 250 Juta Amblas. (Foto: Harian Massa.)
HARIAN MASSA- Nasib malang menimpa kakek lansia berinisial TA (84). Pasalnya, kakek tersebut menjadi korban penipuan usai pulang vaksin di Bintaro Plaza, Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).
 
Tak tanggung-tanggung, dalam peristiwa itu tabungannya TA sebanyak Rp 250 juta amblas dibawa lari pelaku usai pulang vaksin dari Bintaro.
 
Peristiwa penipuan yang dialami TA pun diketahui diceritakan oleh cucunya SR (22), usai pulang vaksin dari Bintaro. Menurutnya, awal mula modus penipuan itu dilakukan dengan cara mencari simpati kakeknya terlebih dahulu yang terlihat polos.
 
 
Dengan begitu, kata SR, selanjutnya para pelaku barulah menguras uang tabungan milik kakek TA. Peristiwa itu terjadi pada Rabu 5 Januari 2022, sekira pukul 11.00 WIB.
 
Kronologi versi SR, awalnya kakek TA yang tengah berjalan kaki menuju kediamannya tak jauh dari Bintaro Plaza, dihampiri seorang pelaku yang mengaku bernama Salman.
 
"Salman ngakunya berasal dari Singapura dan baru aja tertipu seorang wanita di bandara Soekarno Hatta. Dia bilang ke kakek saya, seluruh barang bawaannya dicuri hingga hanya tersisa dompet," katanya, Sabtu 8 Desember 2022.
 
 
Dalam dompet tersebut pelaku semula mengaku memiliki uang dollar Singapura, tetapi setelah dicek ternyata merupakan mata uang dari Belarus sebanyak 30 rubbels. Pada saat menunjukkan uang itu pada TA, muncul kawanan pelaku lainnya menghampiri. 
 
"Jadi pelaku yang baru muncul seolah prihatin dengan peristiwa yang terjadi. Di sana terjadi komunikasi panjang, jadi si pelaku pertama Salman itu bilang mau gunain uangnya untuk beramal di Masjid Al-Azhar Pondok Indah," sambungnya.
 
 
Namun niat beramal itu terkendala mata uang yang harus segera ditukar rupiah. Lantas pelaku Salman berpura-pura bertanya kepada korban apakah memiliki uang Rp500 juta untuk bisa ditukar 30 rubbels miliknya.
 
"Saat itu pelaku Salman ini minta ke korban sama pelaku kedua patungan untuk memberikan uang masing-masing Rp 250 juta buat ditukar sama uang rubbels," ucapnya.
 
 
Berusaha meyakinkan kakek TA, lantas pelaku kedua berpura-pura tertarik dan hendak mengambil uangnya sebanyak Rp200 juta di Bank BRI Sektor 7, Bintaro. Pelaku kedua pun mengajak korban ikut ke dalam mobilnya bersama pelaku ketiga yang sudah siap di dalam mobil.
 
"Pelaku yang kedua ini mengatakan ke kakek saya, dia bilang sudah kasih uang Rp250 juta, kakek saya terus diminta ngasih juga," ungkapnya.
 
 
Komplotan pelaku membawa korban ke kediamannya. Di sana korban diarahkan mengambil buku tabungan. Selanjutnya korban diajak kembali masuk ke dalam mobil dan dibawa menuju Bank BJB dan BRI tempat korban menyimpan uang. 
 
"Sesampainya di bank, korban ditemani langsung oleh sopir pelaku berdampingan. Sedangkan pelaku satu dan dua menunggu di dalam mobil. Saat itu pertama ke bank BRI mengambil duit Rp100 juta. Lalu ke bank BJB cabang BSD untuk mencairkan deposito senilai Rp150 juta," terang SR.
 
 
Usai berhasil memperdaya korban, ketiga pelaku kemudian mengantar korban pulang. Pelaku Salman pun meminta kenang-kenangan sajadah dari korban. Namun setelah korban masuk ke dalam dan kembali keluar, rupanya komplotan pelaku sudah kabur.
 
"Kakek saya itu sangat polos dan dia percaya bahwa yang dia hadapi saat itu orang baik. Dia sangat berniat untuk membantu pelaku karena menyebutkan ingin berdonasi ke masjid," tuturnya.
 
Atas peristiwa itu, keluarga kakek TA telah melapor ke Mapolres Tangsel dengan nomor LP : TBL/B/15/I/2022/SPKT/Polres Tangerang Selatan/Polda Metro Jaya
 

Editor: Don Oslo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X