• Jumat, 19 Agustus 2022

LPSK Sebut Restorative Justice Tidak Bisa Hentikan Kasus Pemerkosaan Anak Anggota DPRD Pekanbaru

- Sabtu, 8 Januari 2022 | 10:53 WIB
Ilustrasi kasus pemerkosaan dan kekerasan terhadap perempuan. Foto: Ilustrasi/Pixabay
Ilustrasi kasus pemerkosaan dan kekerasan terhadap perempuan. Foto: Ilustrasi/Pixabay

HARIAN MASSA - Dihentikannya kasus pemerkosaan anak anggota DPRD Pekanbaru berinisial AR (20) disurut LPSK menciderai keadilan. 

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua LPSK RI, Maneger Nasution. Pihaknya pun meminta, polisi tegas dan independen menangani kasus itu. 

Dalam kasus itu, anak anggota DPRD Pekanbaru, yakni AR (20), telah melakukan pemerkosaan terhadap siswi SMP, berinisial A (15).

Baca juga: Selundupkan 1,2 Ton Sabu, 6 Bandar Narkoba Jaringan Aceh dan 1 WNA Nigeria Divonis Mati

Meski demikian, kasus berakhir damai dengan pelaku mencabut laporan kepada pelaku.

Akibat dari perdamaian itu, pelaku AR yang sebelumnya ditahan di Polresta Pekanbaru, dibebaskan dan hanya dikenakan wajib lapor. 

"Peristiwa pencabutan laporan korban di Pekanbaru ini mencederai rasa keadilan publik," katanya, Sabtu (8/1/2022).

Baca juga: Anak Hamil di Luar Nikah Meningkat di Tangsel, Termasuk dari Kalangan Santri Ponpes

Dilanjutkan dia, masyarakat tahu bahwa keluarga pelaku melupakan anggota DPRD. Mereka bisa menggunakan pengaruhnya terhadap korban untuk berdamai agar penahanan pelaku bisa ditangguhkan.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X