• Kamis, 18 Agustus 2022

Korban Pesta Miras Oplosan, Pasutri dan 1 Pria di Cisauk Tewas dengan Kondisi Mata Melotot

- Rabu, 5 Januari 2022 | 20:52 WIB
Ilustrasi. (Foto: Harian Massa.)
Ilustrasi. (Foto: Harian Massa.)
HARIAN MASSA - Nahas menimpa pasangan suami istri (Pasutri, red) berinisial HI dan AD. Pasalnya, pasutri tersebut tewas bersama 1 temannya akibat nenggak minuman keras (miras) beralkohol dengan dioplos bahan campuran.
 
Selain itu seorang pria berinisial GB selaku tuan rumah pun tewas dalam pesta miras oplosan. Mirisnya, pasutri sebagai tamu tersebut tewas dengan meningalkan anaknya yang masih dibawah umur. 
 
Informasi yang berhasil dihimpun Harian Massa, pasutri tersebut tewas usai nenggak miras beralkohol dengan berbagai bahan campuran di rumah kontrakan di Kampung Cibadak Kulon, Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang.
 
 
Usut punya usut, peristiwa tewasnya pasutri bersama tuan rumah tersebut terjadi pada Senin 3 Januari 2022 lalu. Saat itu HI dan AD datang menginap di kontrakan temannya yang juga pasangan suami-isteri berinisial GB dan DR.
 
HI dan AD datang bersama anak-anaknya yang masih kecil saat pergantian tahun, mereka menginap di kontrakan GB dan DR. Menurut keterangan saksi yang juga tinggal bertetangga SW (39), pada Minggu 2 Januari 2022 malam korban AD meminta diantar DR untuk membeli obat campuran miras.
 
 
"Malemnya itu saya masih lihat, dia (AD) minta dianter beli obat katanya. Akhirnya dia berdua pergi, suaminya pada di kontrakan," katanya, Rabu 5 Januari 2022.
 
 
Diduga, pada malam itu HI dan istrinya AD, serta GB menenggak minuman yang dicampur berbagai bahan berbahaya. Selanjutnya pada Senin 3 Januari 2021 pagi, istri GB tanpa curiga berangkat ke sekolah guna mengambil rapot sang anak. 
 
"Istrinya (DR) pergi ambil rapot. Saya juga belum curiga waktu itu, karena dia (HI) memang sering main ke sini, tapi sebelumnya kalau kesini sendiri. Kemaren tumben ajak anak sama istrinya juga," sambungnya.
 
 
Pada pagi itu, SW sempat mendengar erangan perempuan dari dalam kontrakan GB. Namun SW tak memperdulikan. Barulah sepulang istri GB mengambil rapot, didapati tamunya tergeletak dengan tubuh terbujur kaku dan muntah bertaburan di ruangan kontrakan. 
 
"Senin pagi itu saya denger suara merintih, seperti kesakitan gitu, terus saya tanya anaknya, katanya ayah nggak kenapa-kenapa. Pas istrinya pulang ngambil rapot baru dah ramai, karena waktu dibangunin ternyata suaminya sama pasangan temennya itu nggak bangun-bangun," ujar SW.
 
"Pada kaku badannya, matanya pada melotot. Habis itu pengurus lingkungan dikasih tahu, pada datang kesini," ucapnya.
 
 
Menurut SW, setelah dicek barulah diketahui bahwa HI diduga telah meninggal dengan mulut mengeluarkan busa. Sedang istrinya AD, juga telah tewas terbujur kaku dengan kondisi amat mengenaskan di mana bagian matanya melotot ke atas.
 
"Waktu sorenya baru pada dateng, Pak Babinsa, Binamas, dari kelurahan juga datang, ramai di sini.  Nah sore itu yang 2 orang pasangan suami isteri ini udah meninggal, terus malemnya sekira jam 20.00 wib, suaminya (GB) meninggal juga waktu mau dibawa ke rumah sakit," tutur warga tersebut.
 
"Itu di dalem kontrakan bau minuman, banyak bungkus autan, kita nggak tahu ya dicampur sama apanya," ungkapnya.
 
 
Kini, kontrakan yang dijadikan tempat menenggak miras itu terkunci rapat. Pihak kepolisian sendiri belum mau memberi keterangan karena masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa DR terkait kejadian tersebut. 
 
Terpisah, saat dikonfirmasi Harian Massa, kepolisian setempat belum dapat memberikan keterangan terkait informasi pasutri dan 1 pria tewas akibat nenggak miras oplosan di Cibadak Kulon, Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang.

Editor: Don Oslo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X