• Sabtu, 2 Juli 2022

Antisipasi Omicron, Vaksinasi Anak Usia 6 hingga 11 Tahun Diperluas ke Pelosok Tangerang

- Rabu, 15 Desember 2021 | 13:10 WIB
Antisipasi penyebaran varian Omricon, jajaran Polsek Cisauk dan TNI pantau vaksinasi di SDN Mekarwangi. (Foto: Genta/Harian Massa.)
Antisipasi penyebaran varian Omricon, jajaran Polsek Cisauk dan TNI pantau vaksinasi di SDN Mekarwangi. (Foto: Genta/Harian Massa.)
HARIAN MASSA - Pemerintah terus melakukan antisipasi penyebaran varian Omicron. Bahkan, saat ini antisipasi tersebut dilakukan hingga ke pelosok Tangerang.
 
Seperti diketahui, antisipasi penyebaran varian Omicron dilakukan dengan melakukan vaksinasi. Seperti yang dilakukan oleh sekitar 200 siswa melalui gerai vaksinasi di SDN Mekarwangi, Kampung Pasir Awi, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Rabu 15 Desember 2021.
 
Vaksinasi Covid-19 dengan tujuan guna antisipasi penyebaran varian Omicron tersebut tampak dipantau oleh jajaran Polsek Cisauk, Polres Tangerang Selatan.
 
 
Kapolsek Cisauk, AKP Chairul Ridha kepada Harian Massa menyampaikan tujuan dari vaksinasi tersebut. Menurut Chairul Rida, langkah itu dilakukan guna menciptakan kekebalan tubuh dan sekaligus mengantisipasi penyebaran varian Omicron.
 
Chairul Rida menjelaskan, vaksin terhadap siswa SD itu dilakukan dengan pengawasan ketat orang tua. Sebelum penyuntikan, kata Chairul Rida, tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas melakukan scrining guna mengetahui kondisi kesehatan siswa.
 
"Ini serentak dilakukan di seluruh Indonesia, apalagi saat ini juga kita mengantisipasi masuknya varian Omicron. Target siswa hari ini di SDN Mekarwangi sebanyak 200 siswa," terang AKP Chairul Ridha di lokasi.
 
 
Dalam pelaksanaannya, tak semua siswa SDN Mekarwangi bisa mengikuti vaksin. Sebab, 150 siswa dari total 380 siswa belum genap 2 minggu menjalani imunisasi Diphteria Tetanus (DT), Tetanus Diphteria (TD), dan campak.
 
"Jadi kelas 1, kelas 2 dan kelas 5 baru melaksanakan vaksin DT, TD dan campak, sehingga nanti setelah 2 minggu baru bisa vaksin," sambung Ridha.
 
 
Dalam skrining di lokasi, petugas nakes terpaksa membatalkan pemberian vaksin atas salah satu siswa lantaran tengah mengalami batuk dan filek. Orang tua yang mendampingi, lantas diminta menunggu kesehatan putranya pulih untuk dilakukan vaksin kembali.
 
Kepala Sekolah SDN Mekarwangi, Hatomi, mengaku penyelenggaraan vaksin saat ini belum terlalu masif tersebar luas. Dia menyebut jika terkendala sosialisasi yang terbatas.
 
"Mepet ya, karena kesulitan kita itu sosialisasi ke orang tua nya belum sampai. Di sini, nggak semua orang tua punya HP, jadi itu kesulitan kita," ucapnya.
 
 
Beberapa laporan sebelumnya menyebut, jika ada peningkatan kasus signifikan varian Omicron di negara Afrika Selatan. Balita dianggap rentan terinfeksi varian Covid-19 B.1.1.529 itu. Meski pun juga diketahui, bila varian Omicron menyerang ke seluruh kelompok usia.
 

Editor: Don Oslo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X