• Selasa, 25 Januari 2022

Pertama dalam 800 Tahun, Selandia Baru Saksikan Gerhana Bulan Sebagian

- Kamis, 18 November 2021 | 18:15 WIB
Ilustrasi. (Foto: Pixabay.)
Ilustrasi. (Foto: Pixabay.)

HARIAN MASSA – Warga Selandia Baru pada Jumat malam akan disuguhi tontonan gerhana bulan yang sangat langka, yang tidak terlihat di langit mereka selama lebih dari 800 tahun.

Gerhana bulan parsial atau gerhana bulan sebagian akan nampak di Selandia Baru pada pukul 20.20 waktu setempat. Kemunculan terakhirnya adalah tahun 1212.

Para ahli mengatakan, ketika bayangan Bumi akan mulai bergerak melintasi permukaan bulan, maka 97% bulan akan tertutup bayangan pada pukul 10 malam. Pada saat itu, permukaan bulan akan berubah menjadi merah selama beberapa saat.

Baca Juga: Denny Siregar Komentari Cuitan Mustofa Nahrawardaya Dukung MUI, Komentarnya Singgung Asam Urat 

"Sebagian besar gerhana akan didominasi oleh bayangan yang bergerak melintasi bulan, dengan periode singkat di mana ia akan muncul sebagai micromoon darah di langit malam kita." ujar Rob Davison, astronom di Stardome Observatory Auckland, dilansir Harian Massa dari laman The Guardian, Kamis 18 November 2021.

Baca Juga: Begini Cara Mustofa Nahrawardaya Dukung MUI

Lebih lanjut, Rob menyebut ada dua alasan utama mengapa gerhana ini peristiwa langka, pertama karena gerhana ini sebagian, tetapi juga karena posisi bulan dalam orbitnya.

“Bulan berada di apogee, yang berarti berada di titik terjauh dari Bumi dalam orbitnya. Orbit bulan di sekitar Bumi bukanlah lingkaran yang sempurna, itu adalah elips yang berarti saat ia berputar, ia datang sedikit lebih dekat dan kemudian, ketika ia berayun, ia pergi sedikit lebih jauh," jelas Rob.

“Jadi ketika berada pada titik terdekatnya, itu disebut perigee, dan saat itulah Anda mendapatkan apa yang disebut bulan super, sekitar 360.000 kilometer jauhnya. Ketika berayun ke sisi lain, dan berada di puncak, jaraknya sekitar 400.000 kilometer," tambahnya.

Baca Juga: Gara-Gara Beda Pilihan Pilkades, 8 Rumah Warga Dibongkar 

Halaman:

Editor: Don Oslo

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bentrok Antar Dua Kelompok di Sorong Tewaskan 18 Jiwa

Selasa, 25 Januari 2022 | 15:44 WIB

Patung Jokowi Berhelm Emas, Kejutan untuk Mandalika?

Minggu, 23 Januari 2022 | 13:17 WIB
X