• Rabu, 10 Agustus 2022

Nenek Buta Huruf di Semarang Menang Lawan Mafia Tanah yang Caplok Sertifikat Sawahnya

- Kamis, 18 November 2021 | 05:44 WIB
Ilustrasi sawah. Foto: Istimewa/Pixabay
Ilustrasi sawah. Foto: Istimewa/Pixabay

“Kita sudah yakin sebelumnya akan menang, tidak mungkin juga Mahkamah Agung inkonsisten terhadap putusannya sendiri. Karena sebelumnya, MA dalam perkara No 139 K/Pdt/2015 telah memutuskan bahwa proses peralihan hak atas tanah dari miliknya kepada seseorang yang telah menipu Mbah Tun cacat hukum,” jelasnya.

Baca juga: Polsek Pondok Aren Digeruduk Puluhan Ormas, Pemicunya Tebang Pilih Kasus Sajam

Hal senada disampaikan Ketua DPC Peradi RBA Kota Semarang, Broto Hastono. Menurutnya dengan putusan MA ini kembali membuktikan proses peradilan benar-benar memberikan keadilan bagi Mbah Tun.

“Gugatan perdata perbuatan melawan hukum terhadap Bank Danamon dan KPKNL yang melelang sawah Mbah Tun juga menang, baik dalam tingkat pertama di PN Demak atau pun di tingkat banding di Pengadilan Tinggi. Kita juga menunggu putusan dari Mahkamah Agung karena Bank Danamon, KPKNL dan pemenang lelang mengajukan kasasi. Kita tunggu putusan putusan kasasi,” tuturnya.

Baca juga: Anggota Komisi Fatwa MUI Ditangkap Densus 88 Usai Salat Subuh, Cerita sang Istri Menegangkan

Kuasa hukum lain, Misbakhul Munir mantan Direktur LBH Demak Raya, yang sejak awal mendampingi Mbah Tun berharap kasus ini cepat inkracht atau berkekuatan hukum tetap.

“Dengan demikian, kita tinggal menuntut BPN Demak untuk mengembalikan sertifikat sawah kembali menjadi milik Mbah Tun,” harapnya.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ambyar! Roy Suryo Resmi Ditahan Polda Metro Jaya

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 01:01 WIB
X