• Kamis, 30 Juni 2022

Nenek Buta Huruf di Semarang Menang Lawan Mafia Tanah yang Caplok Sertifikat Sawahnya

- Kamis, 18 November 2021 | 05:44 WIB
Ilustrasi sawah. Foto: Istimewa/Pixabay
Ilustrasi sawah. Foto: Istimewa/Pixabay


HARIAN MASSA - Perjuangan Sumiatun alias Mbah Tun, nenek buta huruf berusia 69 tahun melawan mafia tanah di Semarang, tidak sia-sia.

Mbah Tun kembali memenangkan perkara pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA), setelah 12 tahun berjuang mendapatkan lagi sertifikat tanah miliknya.

Mbah Tun merupakan warga Desa Balerejo, RT 5/2, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak. Sebelumnya, dia melakukan gugatan pembatalan sertifikat tanah di PTUN Semarang.

Baca juga: Anggota Komisi Fatwa MUI Ditangkap Densus 88 Terkait Terorisme Langsung Dinonaktifkan

Pada tingkat pertama, Mbah Tun mengajukan gugatan melawan BPN Demak ke PTUN Semarang dengan nomor perkara 23/G/2020/PTUN.SMG dan dikabulkan majelis hakim.

Namun, pada putusan tingkat banding, Mbah Tun menelan pil pahit, karena perkara ganti dimenangkan BPN Demak.

“Namun hari ini, kita mendapatkan pemberitahuan bahwa pada tingkat kasasi Mahkamah Agung, permohonan kasasi Mbah Tun dikabulkan Mahkamah Agung,” kata Kuasa hukum Mbah Tun, Sukarman, Rabu (17/11/2021).

Baca juga: Miris! Ingin Kuasai Warisan, Seorang Pejabat di Aceh Tengah Usir Ibu dan 4 Adik Kandung

“Putusan tersebut sudah sangat jelas dan tegas, bahwa dalam amar putusannya, Mahkamah Agung memerintahkan BPN Demak untuk mencoret nama pemilik atau pemenang lelang yaitu Dedy Setyawan Haryanto dan memerintahkan BPN Demak mengembalikan kedudukan sertifikat No 11 kembali menjadi milik Mbah Tun,” lanjutnya.

Ketua Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Unisbank Semarang itu menambahkan, Koalisi Advokat Peduli Mbah Tun yang terdiri BKBH Unisbank, Peradi RBA, dan LBH Demak Raya memberikan apresiasi terhadap MA.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X