• Selasa, 9 Agustus 2022

Penelitian Ini Ungkap Kenapa Lokalisasi Lebih Baik Ketimbang Sembunyi-sembunyi

- Minggu, 14 November 2021 | 08:45 WIB
Ilustrasi prostitusi online. (harianmassa.id)
Ilustrasi prostitusi online. (harianmassa.id)

HARIAN MASSA - Tempat prostitusi pada setiap daerah sangat penting, untuk mengontrol penyebaran penyakit kelamin dan HIV di masyarakat. 

Namun, tidak demikian yang terjadi. Banyak pemerintah yang tidak setuju, justru membubarkan tempat-tempat lokalisasi ini. Sayangnya, penutupan itu, tidak begitu saja menghentikan praktik prostitusi

Banyak Pekerja Seks Komersial (PSK) yang tetap melanjutkan kegiatan secara sembunyi-sembunyi. Yang marak, praktik cewek BO saat ini.

Baca juga: 7 Alasan Kenapa Kamu Harus Dukung Permendikbud No 30 Tahun 2021

Dikutip dari Twitter Ima Sri Rahmani @rahmani_ima. Dirinya telah melakukan riset dan praktik kerja di daerah penghasil pelacur. Menurutnya, lokalisasi tetap lebih baik dibanding dibiarkan sporadis.

"Ditahun 2008-2009 an program de-lokalisasi pelacuran di Puncak menyebabkan para pelacur pindah tempat. Akhirnya mereka menyewa tempat (kos). Masalah yang muncul kemudian, ternyata berdampak buruk bagi masyarakat di sekitar," katanya, Minggu (14/11/2021). 

Praktik prostitusi ngumpet ini rawan menyebabkan kehancuran rumah tangga. Bahkan, jadi sarang penyebaran penyakit kelamin dan HIV.

Baca juga: Begini Pengakuan Pengacara Korban Maling di Tangsel 

"Tak hanya berpengaruh pada keharmonisan keluarga, tapi juga masalah penyakit kelamin dan HIV. Belakangan malah berpengaruh pada perkembangan anak-anak. Anda tahu gak, ada anak kecil kecanduan onani?," sambung dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ambyar! Roy Suryo Resmi Ditahan Polda Metro Jaya

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 01:01 WIB
X