• Selasa, 25 Januari 2022

Mengiris Hati, Kisah Anjing yang Mati untuk Wisata Halal di Aceh

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 20:57 WIB
Canon naik perahu bersama tuannya. Foto: Istimewa/Instagram
Canon naik perahu bersama tuannya. Foto: Istimewa/Instagram

HARIAN MASSA - Matinya anjing peliharaan bernama Canon, saat penertiban hewan di tempat wisata halal oleh petugas Satpol PP Aceh Singkil, menimbulkan keprihatinan banyak pecinta binatang.

Kisahnya pun sangat mengiris hati para pecinta binatang peliharaan.

Belakangan diketahui, anjing itu milik pengelola home stay atau restoran di lokasi wisata Kecamatan Pulau Banyak, Aceh. Dalam Instagram Rosayeoh @rosayeoh, diketahui anjing berwarna hitam gelap itu bernama Canon.

Baca juga: Sherina Munaf Meradang, Anjing Peliharaan Diduga Dibunuh Satpol PP untuk Wisata Halal

"Namaku Canon. Aku tinggal di Pulau Banyak, Aceh," unggah @rosayeoh, dikutip Harian Massa, Sabtu (23/10/2021).

Unggahan Rosayeoh ini merupakan obituari terhadap Canon. Banyak netizen yang membaca unggahan ini merasa sedih, karena tidak menyangka jika anjing itu akan mati dengan cara yang mengenaskan di tangan aparat pemerintah.

"Aku adalah anjing yang sangat pintar dan ramah, juga sangat bersahabat dengan semua manusia yang datang mengunjungi tempat tinggalku. Aku dengar pemerintah Indonesia akan membangun dan mempromosikan daerah tempat tinggalku. Semoga dengan begitu daerahku bisa menjadi terkenal di mata dunia," sambung unggahan itu.

Baca juga: Gempa Tektonik Guncang Salatiga, Banyubiru, Bawen dan Ambarawa

Saat kejadian, Caon sedang duduk-duduk santai seperti biasa menunggu tuannya datang. Tetapi tiba-tiba serombongan orang berseragam datang mendekatinya. Sikap ramah Canon ditunjukkan dengan mengibaskan buntutnya.

"Aku berdiri dan menyambut mereka dengan melambaikan ekorku, aku mau menyapa mereka. Namun salah satu dari mereka mencoba menangkapku. Temannya membawa ranting panjang dan mencoba menundukkanku," tambahnya.

Tidak mengerti dengan sikap aparat itu, selanjutnya Canon dibawa dan dimasukkan dalam keranjang kecil dan sempit.

Baca juga: Erix Soekamti Galang Dana untuk Konservasi Orang Utan di Kalimantan

"Sempit sekali keranjangnya. Aku mencoba mengeluarkan kepalaku dari keranjang itu. Dan ketika aku berhasil, aku malah dimasukkan kedalam karung terpal dan diikat. Ya Tuhan, aku ga bisa bernapas. Tolong aku!," sambungnya.

Diduga sulit bernapas, Canon akhirnya mati lemas. Situasi ini digambarkan Rosayeoh dengan sangat dramatis.

"Tidak ada yang perduli dengan tangisanku. Aku mulai lemas, aku ga bisa bernapas. Sesaat semua gelap. Ketika aku merasa aku bisa bernapas lagi, aku buka mataku. Aku melihat tubuhku terbujur kaku di dalam keranjang," tambahnya.

Baca juga: Unik! Upacara Cabut Golok Pernikahan Hansip Sabel dan Mimih Yani

Hingga Canon mati, pemilik anjing itu masih belum menemukannya. Dalam penutup unggahan panjanganya itu, Rosayeoh meminta keadilan untuk Canon, anjing kesayangannya yang mati di tangan aparat pemerintah.

"Kakak jangan sedih ya, aku sudah berada di tempat indah, tempat yang ga ada orang jahatnya. Bantu aku cari keadilan ya Kak, aku ga mau mati sia-sia. Semoga Tuhan membalas perbuatan orang-orang jahat itu," pungkasnya.

Halaman:
1
2

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bentrok Antar Dua Kelompok di Sorong Tewaskan 18 Jiwa

Selasa, 25 Januari 2022 | 15:44 WIB

Patung Jokowi Berhelm Emas, Kejutan untuk Mandalika?

Minggu, 23 Januari 2022 | 13:17 WIB
X