• Sabtu, 13 Agustus 2022

Masa Karantina Covid-19 Jadi 5 Hari, Zubairi Djoerban Beri Catatan Kritis

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:05 WIB
Ilustrasi, Covid-22. Foto: Pixabay
Ilustrasi, Covid-22. Foto: Pixabay

HARIAN MASSA - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengatakan, tidak masalah masa karantina Covid-19 dipersingkat menjadi lima hari. 

Namun, dengan catatan syarat utamanya harus positivity rate kurang dari 3 persen, dan berlaku untuk orang yang sudah dua kali divaksin,

"Masa karantina Covid-19 dipersingkat menjadi 5 hari? Oke saja. Syarat utamanya positivity rate < 3 persen. Berlaku untuk orang yang sudah divaksinasi dua kali," katanya, dikutip Harian Massa, dari @ProfesorZubairi, Kamis (14/10/2021). 

Baca juga: Tanah Keluarga Baharuddin Lopa Dicaplok Mafia, Sofyan A Djalil Langsung Turun Tangan

Dilanjutkan dia, setelah melewati masa karantina, mereka juga harus menjalani masa Isoman selama tujuh hari di rumah masing-masing. 

"Setelah karantina, opsi tambahan isoman (di rumah) 7 hari bagi yang baru divaksinasi satu kali dan dilakuan monitoring harian," jelasnya. 

Seperti diketahui, sebelumnya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, masa karantina lima hari berlaku untuk seluruh kedatangan internasional.

Baca juga: Sebut Sejumlah Grup dan Individu Muslim Berbahaya, Facebook Dikritik 

"Masa karantina (lima hari) tidak hanya berlaku di Bali atau Kepri, tetapi juga di pintu masuk lainnya, baik udara, darat, maupun laut, dan berlaku bagi semua jenis pelaku perjalanan, seperti PMI, TKA, ASN, WNI/WNA umum," ungkap Luhut, dalam keterangan persnya. 

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ambyar! Roy Suryo Resmi Ditahan Polda Metro Jaya

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 01:01 WIB
X