• Senin, 15 Agustus 2022

Pemimpin Rohingya Tewas Ditembak di Kamp Pengungsi Bangladesh

- Kamis, 30 September 2021 | 13:05 WIB
Pemimpin pengungsi Rohingya di Bangladesh, Mohib Ullah.  (Foto : Twitter.)
Pemimpin pengungsi Rohingya di Bangladesh, Mohib Ullah. (Foto : Twitter.)

HARIAN MASSA - Sebuah kelompok bersenjata dilaporkan menembak mati Mohib Ullah, seorang pemimpin Muslim Rohingya terkemuka di sebuah kamp pengungsi di Bangladesh selatan pada Rabu, 29 September 2021. 

Dilansir Harian Massa dari laman Channel News Asia, Ullah yang berusia sekitar 40 tahun, diketahui memimpin lebih dari 730.000 Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh setelah tindakan keras militer pada Agustus 2017.
 
Ullah pernah diundang ke Gedung Putih untuk berbicara dengan Dewan Hak Asasi Manusia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, terkait isu Rohingya
 
 
Rafiqul Islam, seorang wakil pengawas polisi di kota terdekat Cox's Bazar mengonfirmasi kematian Ullah. Namun ia tidak menceritakan detail kejadian. 
 
Seorang juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi mengatakan badan tersebut ikut berduka cita atas kematian Mohib Ullah. 
 
"Kami terus berhubungan dengan otoritas penegak hukum yang bertugas menjaga perdamaian dan keamanan di kamp-kamp," kata juru bicara Komisaris PBB, seperti dikutip Harian Massa, Kamis 30 September 2021.
 
 
Di kamp-kamp pengungsi Bangladesh, Mohib Ullah dikenal kerap pergi dari gubuk ke gubuk untuk menghitung pembunuhan, pemerkosaan, dan pembakaran yang dibagikan kepada penyelidik internasional.
 
Organisasinya bekerja untuk memberikan lebih banyak suara kepada para pengungsi di dalam kamp dan secara internasional. Berbicara kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dia mengatakan bahwa Rohingya menginginkan lebih banyak suara untuk masa depan mereka sendiri.
 
Tetapi profil tingginya membuatnya menjadi sasaran kelompok garis keras dan dia pernah menerima ancaman pembunuhan pada 2019. "Jika saya mati, saya baik-baik saja. Saya akan memberikan hidup saya," katanya saat itu.

Editor: Don Oslo

Sumber: Channel News Asia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X