• Rabu, 10 Agustus 2022

23 Tahun IKOHI, Keluarga Korban Penghilangan Paksa Terus Mencari dan Cemas

- Minggu, 19 September 2021 | 13:13 WIB
Dandik dengan latar belakang foto Herman, sahabatnya yang hilang hingga saat ini. Foto: Dokumen Dandik
Dandik dengan latar belakang foto Herman, sahabatnya yang hilang hingga saat ini. Foto: Dokumen Dandik

HARIAN MASSA - Tidak terasa, 23 tahun sudah Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) berdiri. Organisasi korban penghilangan paksa yang diinisiasikan oleh Munir ini, masih terus mencari dan resah.

Koordinator IKOHI Jatim, Dandik Adhisura mengatakan, IKOHI dirikan pada 17 September 1998. Ketua pertamanya adalah Oetomo Rahardjo, ayah Petrus Bima Anugerah, salah satu korban penculikan yang belum ditemukan.

"Kini, setelah 23 tahun orde baru ambruk, Petrus Bima Anugerah, Herman Hendrawan, Wiji Thukul dan korban penghilangan paksa lainnya belum juga diketahui keberadaannya," katanya, kepada Harian Massa, Minggu (18/9/2021).

Baca juga: Melihat Koleksi Kaca Mata Fadli Zon, Mulai dari Milik Rosihan Anwar hingga Jakob Oetama

Dilanjutkan dia, keluarga korban penghilangan paksa pun masih menunggu agar dokumen penyelidikan pro-justitia dari Komnas HAM yang sudah lama "dipetieskan" di meja Kejaksaan Agung dapat dibuka kembali.

"Padahal, DPR-RI sejak tahun 2009 sudah merekomendasikan kepada Presiden supaya segera menggelar Pengadilan HAM dan membentuk suatu komisi pencarian terhadap para aktivis yang masih hilang," lanjut Dandik.

Baca juga: BERITA FOTO: Menyelamatkan Akte Nikah Inggit Garnasih dan Bung Karno

Presiden Joko Widodo bahkan pernah berjanji untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat ini. Namun, sampai periode keduanya, masih belum ada kabar baik bagi keluarga korban penghilangan paksa.

"Sampai sekarang tidak ada tanda-tanda dimulainya pengadilan HAM dan pencarian terhadap para korban," tukasnya.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ambyar! Roy Suryo Resmi Ditahan Polda Metro Jaya

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 01:01 WIB
X