• Selasa, 9 Agustus 2022

Paus Biru Kembali Terlihat di Pantai Atlantik Spanyol Setelah 40 tahun

- Jumat, 27 Agustus 2021 | 05:05 WIB
Paus Biru, Foto: Pixabay
Paus Biru, Foto: Pixabay

HARIAN MASSA - Paus Biru kembali terlihat di pantai Atlantik Spanyol setelah lama mereka tak terlihat. Lembaga penelitian The Bottlenose Dolphin Research Institute di O Grove, Galicia mengatakan lebih dari seminggu yang lalu, paus biru kembali terlihat di Islas Cíes, dekat O Grove.

Ahli biologi kelautan Dr Díaz mengatakan tidak jelas apakah kembalinya mamalia besar itu karena krisis iklim. Tetapi menurut dugaan bahwa iklim bisa menjadi salah satu faktor mereka kembali.

Baca Juga: Seorang Bayi Lahir Positif Covid setelah Terinfeksi Ibunya di Dalam Kandungan

“Memang benar bahwa data yang kami miliki menunjukkan perubahan iklim tetapi itu belum cukup,” katanya seperti dilansir The Independent, Kamis (26/8/2021)

Sebelumnya pada tahun 2017, seekor paus biru terlihat di dekat Pulau Ons, tepat di lepas pantai Pontevedra di Galicia. Kemudian mereka kembali terlihat pada tahun 2018, para ilmuwan melihat di dekat muara masuk Rías Baixas. Terakhir pada tahun 2020, dua paus kembali ke wilayah tersebut.

“Saya percaya moratorium perburuan paus telah menjadi faktor kunci. Pada 1970-an, tepat sebelum larangan diberlakukan, seluruh generasi paus biru menghilang. Sekarang, lebih dari 40 tahun kemudian, kita melihat kembalinya beberapa keturunan yang selamat.” ujar Diaz.

Baca Juga: Ilmuwan: Varian Virus Baru Covid-22 Bisa Lebih Mematikan Daripada Delta

Selama ratusan tahun, Galicia adalah rumah bagi industri perburuan paus, dan Spanyol tidak melarang praktik tersebut hingga 1986. “Dalam beberapa tahun terakhir telah ditemukan bahwa migrasi paus biru didorong oleh ingatan, bukan kondisi lingkungan,” katanya

Sementara, Alfredo López, ahli biologi kelautan di LSM Galicia mengatakan kepada surat kabar La Voz de Galicia bahwa ada kemungkinan besar perubahan iklim berdampak besar pada habitat paus biru.

“Pertama, karena mereka tidak pernah menjelajah ke selatan khatulistiwa, dan jika pemanasan global mendorong garis ini ke utara, habitat mereka akan berkurang. Kedua, jika itu berarti makanan yang biasanya mereka makan menghilang, maka apa yang kita lihat adalah dramatis dan bukan sesuatu untuk dirayakan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Rabbani

Sumber: The Independent

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X