• Sabtu, 13 Agustus 2022

Selain Vaksinasi, Lindungi Diri dari Varian Delta dengan Masker Ini

- Rabu, 28 Juli 2021 | 19:23 WIB
ilustrasi. (stonybrook.edu)
ilustrasi. (stonybrook.edu)

HARIAN MASSA - Belakangan ini Covid-19 varian Delta menjadi salah satu momok bagi masyarakat di tengah pandemi. Menghadapi hal tersebut, mantan komisaris Food and Drug Administration (FDA), Dr Scott Gottlieb memberikan saran terkait perlindungan diri yang bisa dilakukan dalam menghadapi varian Delta.

Di acara CBS's Face The Nation, akhir pekan lalu, Scott mengutarakan bahwa terlepas dari prevalensi varian Delta saat ini di Amerika Serikat, karakteristik virus belum berubah. "Ini tidak lebih airborne dan tidak lebih mudah menembus masker," kata Dr Gottlieb seperti dikutip The Independent, Rabu (28/7).

Saat sang pemandu acara John Dickerson menyahut jika hal pertama yang perlu dilakukan masyarakat, terutama warga AS, adalah menerima vaksinasi, Dr Gottlieb pun mengamini.

"Tentu saja, siapa pun yang keluar dan divaksinasi sekarang akan memiliki vaksin yang melindungi mereka selama musim gugur dan musim dingin, jadi mereka akan memiliki perlindungan yang luas dan tahan lama," jawab Dr Gottlieb.

Lebih jauh, Dr Gottlieb mengatakan, masker masih bisa membantu mereka yang menginginkan perlindungan tambahan, misalnya di lingkungan dengan prevalensi tinggi. "Kualitas masker itu penting. Jadi jika Anda bisa mendapatkan masker KN95 atau N95, itu akan memberi Anda lebih banyak perlindungan," sambungnya.

Menurutnya, masker KN95 dan N95 memiliki kapasitas filtrasi tinggi, menangkap 95 persen partikel kecil dan pas, sehingga dianggap sebagai pilihan yang lebih baik ketimbang masker kain dan masker bedah.

"Pada awal epidemi ini, kami sempat mendorong orang untuk tidak menggunakan masker N95 karena persediaan masker tersebut tidak mencukupi buat tenaga medis. Sekarang maskernya banyak. Sudah banyak tersedia masker N95," ujarnya.

Sebelumnya, varian Delta sendiri kali pertama diketahui muncul di India pada akhir 2020. Sejak saat itu, varian tersebut juga diketemukan di lebih dari 60 negara. Pusat Pengendalian Penyakit AS atau CDC menyebutkan jika saat ini varian Delta menyumbang 80 persen dari semua infeksi Covid-19 di Negeri Paman Sam.

Editor: Nugroho

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X