• Kamis, 18 Agustus 2022

Studi: Orang Asia Selatan Memiliki Risiko Kematian Covid Lebih Tinggi Dibanding Eropa

- Jumat, 5 November 2021 | 22:29 WIB
Ilustrasi anak-anak tersenyum. Foto: Istimewa/Pixabay
Ilustrasi anak-anak tersenyum. Foto: Istimewa/Pixabay

Berdasarkan pengurutan genetik dari puluhan ribu pasien rumah sakit di Inggris dan negara lain, studi terbaru menemukan gen tunggal yang disebut LZTFL1, yang terungkap menggandakan risiko kegagalan pernapasan dan kematian.

Gen yang sebelumnya tidak dipelajari, ditemukan bertindak sebagai saklar untuk mengaktifkan mekanisme pertahanan penting yang mencegah virus Covid-19 memasuki sel epitel yang melapisi paru-paru.

Baca juga: 2 Anggota Menwa UNS Ditetapkan Tersangka Pembunuhan Gilang

Dengan versi gen yang berisiko tinggi, respons ini menjadi tumpul, artinya virus akan terus masuk, menginfeksi dan merusak sel-sel di paru-paru untuk jangka waktu yang lebih lama setelah terpapar.

“Meskipun kami tidak dapat mengubah genetika kami, hasil kami menunjukkan bahwa orang-orang dengan gen berisiko lebih tinggi cenderung mendapat manfaat dari vaksinasi. Karena sinyal genetik mempengaruhi paru-paru daripada sistem kekebalan, itu berarti peningkatan risiko harus dibatalkan oleh vaksin,” kata Davies.

Baca juga: Sopir Vanessa Angel, Tubagus Joddy Akui Ngebut 120 Km per Jam

Davies mengatakan temuan itu juga menunjukkan kemungkinan pengobatan baru yang menargetkan respons sel paru-paru.

Sebagian besar perawatan saat ini bekerja dengan mengubah cara sistem kekebalan merespons virus.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X