• Kamis, 30 Juni 2022

Ilmuwan Menemukan Jamur Pembunuh Lumba-Lumba Awal Tahun 2000-an

- Jumat, 5 November 2021 | 10:52 WIB
Lumba-lumba. Foto: Pixabay
Lumba-lumba. Foto: Pixabay

HARIANMASSA - Ilmuwan menemukan jamur mematikan yang membunuh lebih dari 40 lumba-lumba di Laut Salish pada awal 2000-an. Mereka menyebut ada kemungkinan jamur berasal dari aktivitas manusia di darat.

Menurut sebuah studi baru oleh para ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas California (UC), antara 1997 dan 2016, 42 kasus mamalia laut yang terinfeksi jamur Cryptococcus gattii teridentifikasi di Washington dan British Columbia.

Baca Juga: Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

"Jamur gattii hidup di tanah dan juga berkembang biak di pohon, khususnya di hutan tropis dan subtropis. Menghirup spora jamur C gattii dapat menyebabkan penyakit paru-paru dan otak pada manusia dan hewan," kata penelitian tersebut melansir The Independent pada Jumat (5/11/2021).

Aktivitas manusia seperti konstruksi dan penggundulan hutan, yang mengganggu tanah, dapat membuat spora C gattii menjadi aerosol, menyebabkan infeksi pada manusia dan hewan yang tinggal di dekat lokasi. Hal ini perubahan buatan manusia di darat mungkin telah menyebabkan spora jamur menyebar ke laut.

Baca Juga: NASA Tunda Peluncuran SpaceX

“Ketika kita mengubah lingkungan dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya, kita dapat melihat lebih banyak penyakit yang mempengaruhi manusia dan satwa liar,” kata penulis utama studi dari UC Davis School of Veterinary Medicine.

Hampir 60 manusia sebagian besar dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah terkena wabah jamur di akhir tahun sembilan puluhan dan awal 2000-an juga. Namun, para ilmuwan mengatakan kemungkinan kasus pertama C gattii mungkin terjadi pada lumba-lumba di Pacific Northwest pada tahun 1997, dua tahun sebelum identifikasi kasus manusia pertama di wilayah tersebut pada tahun 1999.

Editor: Rabbani

Sumber: The Independent

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X