• Senin, 28 November 2022

Puncak Covid-19 di Singapura, 1.500 Nakes Termasuk Dokter dan Perawat Dilaporkan Mundur

- Selasa, 2 November 2021 | 11:36 WIB
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban. Foto: Twitter
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban. Foto: Twitter

HARIAN MASSA - Singapura dilaporkan mengalami kekurangan tenaga kesehatan (nakes) penanganan Covid-19

Hal ini diungkapkan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban, seperti dikutip Twitter @ProfesorZubairi. 

"Singapura krisis pekerja kesehatan. 1.500 pekerja mundur, termasuk dokter dan perawat asing (2021)," cuit Zubairi, seperti dikutip Harian Massa, Selasa (2/11/2021). 

Baca juga: Bukan Hanya Manusia, Lebah Ternyata Juga Lakukan Social Distancing

Baca juga: Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Banyak Lansia Belum Divaksin Meninggal

Tingginya angka Covid-19 di negara itu membuat sebagian besar nakes tidak bisa mengambil cuti, karena pasien yang menumpuk. 

"Sebagian besar mereka tidak bisa ambil cuti. Perawat bekerja 175 jam per bulan (September). Peningkatan faskes menjadi beban berat pekerja. Lelah fisik, mental, dan emosional," pungkasnya. 

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia di Usia 96 Tahun

Jumat, 9 September 2022 | 05:17 WIB

Liz Truss Resmi Jadi Perdana Menteri Baru Inggris

Jumat, 9 September 2022 | 04:41 WIB

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB
X