• Selasa, 28 Juni 2022

Nigeria Jadi Negara Afrika Pertama yang Luncurkan Mata Uang Digital 

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 10:28 WIB
Pemerintah Nigeria meluncurkan mata uang digital. (Foto: Twitter.)
Pemerintah Nigeria meluncurkan mata uang digital. (Foto: Twitter.)

HARIAN MASSA – Bank Sentral Nigeria telah menyatakan untuk bergabung dengan daftar pasar berkembang dan meluncurkan mata uang digital. Hal tersebut dilakukan Nigeria untuk memotong biaya transaksi dan meningkatkan partisipasi dalam sistem keuangan formal.

Nigeria telah menjadi negara pertama di Afrika, dan salah satu yang pertama di dunia yang memperkenalkan mata uang digital kepada warganya,” kata Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari dalam pidatonya, dilansir Harian Massa dari laman Aljazeera, pada Senin, 25 Oktober 2021. 
 
"Adopsi mata uang digital bank sentral dan teknologi dasarnya, yang disebut blockchain, dapat meningkatkan produk domestik bruto Nigeria sebesar $29 miliar selama 10 tahun ke depan.” tambahnya.
 
 
Penerbitan mata uang digital Nigeria, yang disebut eNaira tersebut, muncul setelah bank sentral pada awal Februari melarang bank dan lembaga keuangan untuk bertransaksi atau beroperasi dalam cryptocurrency, karena dianggap sebagai ancaman bagi sistem keuangan.
 
Sejak peluncuran platform eNaira, sudah ada lebih dari 2,5 juta kunjungan setiap hari, dengan 33 bank terintegrasi pada platform, 500 juta c ($ 1,2 juta) berhasil dicetak dan lebih dari 2.000 pelanggan bergabung, Gubernur bank sentral Godwin Emefiele mengatakan pada peluncuran. 
 
 
Mata uang digital bank sentral, atau CBDC, disebut Emefiele adalah mata uang nasional. Namun, tidak seperti mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum. 
 
eNaira akan melengkapi naira fisik, yang telah melemah 5,6% tahun ini meskipun ada upaya bank sentral untuk menstabilkan mata uang.
 
“ENaira dan naira fisik akan memiliki nilai yang sama dan akan selalu bertukar satu naira dengan satu eNaira,” kata Emefiele.
 
 
Mata uang digital diharapkan dapat meningkatkan perdagangan lintas batas dan inklusi keuangan, membuat transaksi lebih efisien serta meningkatkan kebijakan moneter, menurut bank sentral.

Editor: Don Oslo

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X